DEAL EKBIS | Pemasaran digital memberi peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pembeli di luar wilayahnya. Namun, memiliki akun media sosial atau membuka toko di marketplace belum cukup untuk menjamin pertumbuhan. Pelaku usaha juga membutuhkan produk yang konsisten, pencatatan keuangan, layanan pelanggan yang responsif, pengiriman yang dapat diandalkan, serta kemampuan membaca data penjualan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Juli 2025 menyebut UMKM Indonesia berjumlah sekitar 66 juta unit dan berkontribusi 61,07 persen terhadap produk domestik bruto, setara sekitar Rp8.573 triliun, dengan kontribusi ekspor sekitar 16 persen. BRIN juga menyoroti hambatan adopsi teknologi, termasuk keterbatasan infrastruktur, akses modal, legalitas usaha, literasi digital, keterampilan sumber daya manusia, dan kemampuan berinovasi. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran UMKM, sekaligus mengingatkan bahwa akses teknologi dan kemampuan menggunakannya belum tentu merata.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipublikasikan pada Oktober 2025 menyebut nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar 90 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah juga menyampaikan bahwa QRIS telah menjangkau jutaan pelaku usaha, termasuk UMKM. Bagi bisnis kecil, pembayaran digital dapat mempermudah transaksi dan pencatatan, tetapi pengguna tetap perlu memperhatikan keamanan akun, biaya layanan, perlindungan data, dan rekonsiliasi transaksi.
Strategi yang lebih realistis bagi UMKM adalah memulai dari kebutuhan yang paling mendesak. Pelaku usaha dapat membuat katalog produk dengan foto dan informasi harga yang jelas, menetapkan target pelanggan, menyusun kalender konten, mencatat sumber pesanan, dan menghitung laba bersih setelah biaya iklan, komisi platform, kemasan, serta pengiriman. Program pelatihan sebaiknya disertai pendampingan praktik dan akses pembiayaan yang sesuai kemampuan usaha. Dengan cara itu, digitalisasi diukur dari peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha, bukan sekadar jumlah pengikut atau tayangan. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel








