DEAL EKBIS | Malioboro bukan hanya kawasan wisata, tetapi juga salah satu pusat perputaran ekonomi Yogyakarta. Dari pedagang kaki lima, UMKM, kuliner, hotel hingga transportasi, banyak usaha bergantung pada aktivitas wisatawan.
Potensi tersebut dapat semakin berkembang melalui pasar sore. Saat wisatawan selesai menikmati berbagai destinasi pada siang hari, aktivitas perdagangan bisa kembali digerakkan hingga malam.
Pasar sore dapat menjadi ruang bagi UMKM untuk menawarkan batik, kerajinan, makanan khas, suvenir dan berbagai produk lokal. Jika dikemas menarik, wisatawan tidak hanya berjalan-jalan, tetapi juga terdorong untuk berbelanja.
Namun, keramaian saja tidak cukup. Pedagang membutuhkan kawasan yang nyaman, akses transportasi yang mudah, kebersihan, keamanan serta promosi yang baik. Kemampuan UMKM menggunakan pemasaran digital juga menjadi semakin penting.
Perputaran uang di Malioboro juga dapat memberi dampak lebih luas. Ketika wisatawan berbelanja, sektor transportasi, penginapan, kuliner dan jasa wisata ikut mendapatkan manfaat.
Karena itu, pasar sore sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai tempat menambah lapak pedagang. Konsepnya dapat dikembangkan sebagai ruang wisata sekaligus pusat ekonomi kreatif.
Jika dikelola secara konsisten, pasar sore berpotensi memperpanjang aktivitas ekonomi Malioboro dari siang hingga malam. Tantangannya sederhana: bagaimana membuat wisatawan tidak hanya datang dan melihat, tetapi juga berbelanja dan membawa pulang produk lokal Yogyakarta.
Malioboro sudah memiliki wisatawan. Kini tantangannya adalah mengubah keramaian menjadi peluang bisnis bagi masyarakat. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel









