DEAL PROFIL |Â Pelaku usaha lokal kerap membangun bisnis dari kebutuhan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada yang memulai dari dapur rumah, keterampilan kerajinan, hasil pertanian, atau kemampuan menyediakan layanan yang dibutuhkan tetangga. Perjalanan seperti ini layak diangkat sebagai profil jurnalistik karena memperlihatkan keputusan, risiko, dan proses belajar yang berada di balik sebuah usaha.
Profil yang kuat tidak cukup hanya memuat kisah sukses. Wartawan perlu menelusuri modal awal, alasan memilih produk, perubahan strategi, kegagalan yang pernah dialami, cara menjaga mutu, serta bagaimana pelaku usaha mengelola arus kas. Jika usaha memanfaatkan pemasaran digital, gali pula kanal yang paling efektif, biaya promosi, perubahan jumlah pesanan, dan tantangan pengiriman. Data tersebut membuat cerita lebih konkret dan memberi pembaca pelajaran yang bisa diuji.
Konteks nasional menunjukkan mengapa cerita UMKM relevan. BRIN pada 2025 memperkirakan jumlah UMKM sekitar 66 juta unit dengan kontribusi 61,07 persen terhadap PDB. Namun, angka agregat tersebut tidak boleh digunakan untuk mengklaim bahwa usaha yang diliput pasti tumbuh atau berhasil. Perkembangan tiap bisnis perlu dibuktikan dengan catatan usaha, dokumen yang dapat diperiksa, observasi, dan keterangan pihak yang bersangkutan.
Agar profil terasa manusiawi dan akurat, wawancara sebaiknya menampilkan suara tokoh dengan kutipan langsung yang disetujui atau dicatat secara benar. Mintalah izin sebelum memotret pekerja, pelanggan, atau ruang privat. Jika omzet atau jumlah karyawan disebutkan, pastikan periode pengukuran jelas dan tokoh memahami bagaimana data itu akan dipublikasikan. Penutup dapat menggambarkan rencana berikutnya, bukan sekadar pujian, sehingga pembaca melihat bahwa usaha adalah proses yang terus berubah. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel








