DEAL PROFIL | Teh herbal Sri Lanka menghadirkan cerita tentang kekayaan tanaman tropis yang tumbuh di sebuah negeri kepulauan di Samudra Hindia. Di luar ketenarannya sebagai salah satu penghasil teh dunia, Sri Lanka memiliki tradisi minuman berbahan tumbuhan, rempah, bunga, dan akar yang telah lama hadir dalam kehidupan masyarakat.
Minuman herbal di Sri Lanka sering dikenal dalam konteks beheth, ramuan tradisional yang menggunakan berbagai bahan alami. Berbeda dari teh hitam yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, sebagian minuman herbal tidak mengandung daun teh sehingga secara teknis lebih tepat disebut tisane atau seduhan herbal.
Salah satu bahan yang menarik adalah koththamalli, yakni biji ketumbar yang diseduh sebagai minuman hangat. Koththamalli telah lama digunakan dalam tradisi rumah tangga Sri Lanka dan kerap dipadukan dengan rempah lain. Aromanya khas, dengan rasa hangat dan sedikit manis alami.
Pandan juga digunakan dalam berbagai minuman dan masakan Sri Lanka. Daunnya memberikan aroma harum yang lembut. Ketika dipadukan dengan rempah lain, pandan menciptakan karakter minuman yang wangi dan menyegarkan.
Serai menjadi bahan herbal lain yang mudah ditemukan di kawasan tropis Sri Lanka. Seduhan serai memiliki aroma sitrus yang khas dan sering dinikmati sebagai minuman hangat maupun dingin. Rasanya ringan sehingga dapat dipadukan dengan jahe atau bahan aromatik lainnya.
Jahe memberikan karakter yang lebih kuat. Rasa hangat dan pedasnya membuat seduhan jahe cocok diminum ketika cuaca dingin atau ketika seseorang menginginkan minuman yang memberikan sensasi hangat di tubuh. Dalam tradisi kuliner Sri Lanka, jahe juga menjadi bagian dari berbagai racikan minuman dan makanan.
Kayu manis Ceylon menjadi salah satu bahan yang paling identik dengan Sri Lanka. Tanaman ini dikenal secara botani sebagai Cinnamomum verum dan memiliki sejarah panjang dalam perdagangan rempah. Kulit kayunya menghasilkan aroma manis, lembut, dan khas yang dapat memperkaya seduhan herbal.
Kayu manis Ceylon berbeda dari beberapa jenis kayu manis lain yang umum ditemukan di pasaran. Kulitnya cenderung tipis dan berlapis-lapis, dengan aroma yang lebih halus. Rempah tersebut dapat digunakan dalam seduhan bersama jahe, cengkih, atau bahan herbal lainnya.
Cengkih juga menjadi bagian dari tradisi minuman berbasis rempah. Aroma kuat dan rasa hangatnya membuat cengkih sering digunakan dalam jumlah kecil. Ketika dicampurkan dengan kayu manis dan jahe, cengkih menghasilkan minuman dengan karakter rempah yang kaya.
Teh herbal Sri Lanka kemudian berkembang dalam berbagai bentuk modern. Produk kemasan mulai menggabungkan bahan-bahan tradisional dengan konsep kesehatan, gaya hidup, dan pariwisata. Pengunjung yang datang ke Sri Lanka dapat menemukan berbagai produk herbal di toko oleh-oleh, pasar, toko khusus teh, maupun pusat perbelanjaan.
Kemasan menjadi bagian penting dari perubahan tersebut. Produk herbal yang dahulu identik dengan ramuan rumahan kini dapat tampil dalam kemasan modern dengan desain yang menonjolkan identitas Sri Lanka. Nama Ceylon, gambar perkebunan, rempah, bunga, atau lanskap pegunungan sering digunakan untuk membangun karakter produk.
Kawasan pegunungan Sri Lanka juga memberikan gambaran penting mengenai budaya tanaman dan minuman. Wilayah seperti Kandy dan daerah dataran tinggi menjadi bagian dari lanskap pertanian yang terkenal dengan perkebunan teh. Di luar teh, berbagai tanaman aromatik dan rempah juga menjadi bagian dari kekayaan botani pulau tersebut.
Teh herbal Sri Lanka memiliki daya tarik karena mempertemukan alam dengan tradisi. Secangkir seduhan dapat membawa aroma kayu manis, jahe, ketumbar, serai, atau bahan lain yang tumbuh di lingkungan tropis. Minuman tersebut kemudian menjadi bagian dari pengalaman budaya yang lebih luas.
Bagi wisatawan, teh dan minuman herbal juga menjadi cara sederhana untuk mengenal Sri Lanka. Aroma rempah yang muncul dari cangkir dapat mengingatkan pada pasar tradisional, dapur keluarga, kebun rempah, dan perjalanan panjang perdagangan yang membuat Sri Lanka dikenal sebagai salah satu negeri rempah penting di kawasan Samudra Hindia.
Meski sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, klaim mengenai khasiat setiap tanaman perlu dilihat secara hati-hati. Tidak semua manfaat yang disebut dalam tradisi atau pemasaran telah dibuktikan melalui penelitian klinis yang memadai. Karena itu, minuman herbal lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi pangan dan budaya, bukan otomatis sebagai pengganti pengobatan medis.
Teh herbal Sri Lanka pada akhirnya bukan sekadar minuman hangat. Ia adalah pertemuan antara tanaman tropis, rempah, kebiasaan keluarga, perdagangan, dan kreativitas industri pangan.
Dari biji ketumbar hingga kayu manis Ceylon, dari jahe hingga serai, berbagai bahan tersebut memperlihatkan kekayaan alam Sri Lanka yang kemudian diterjemahkan ke dalam secangkir minuman sederhana.
Di tengah popularitas Ceylon Tea di dunia, minuman herbal menawarkan cerita lain tentang pulau tersebut. Cerita itu lebih dekat dengan rempah, kebun, dapur keluarga, dan pengetahuan tradisional—sebuah warisan yang terus menemukan bentuk baru di tengah perubahan zaman. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel









