Padel Menjadi Fenomena Anak Muda: Dari Olahraga Rekreatif ke Ekosistem Bisnis Baru

Dua orang anak muda sedang bermain olahraga padel di dalam lapangan kaca indoor.
Pertumbuhan pesat olahraga padel di Indonesia menciptakan peluang ekonomi baru di sektor rekreasi dan gaya hidup.

Pertumbuhan klub dan lapangan padel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa olahraga dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang melibatkan fasilitas, pelatih, turnamen, komunitas, gaya hidup dan usaha pendukung.

DEAL OLAHRAGA | Padel berkembang cepat di Indonesia dan semakin dekat dengan kehidupan anak muda. Data Core & Court yang dikutip Databoks menunjukkan jumlah klub padel meningkat dari hanya 3 klub pada 2021 menjadi 293 klub pada 2025. Pada periode yang sama, jumlah lapangan melonjak dari 15 menjadi 947.

Read More

Pertumbuhan tersebut bukan sekadar soal olahraga. Padel menciptakan kebutuhan terhadap sewa lapangan, pelatih, perlengkapan, apparel, penyelenggara turnamen, konten digital, kafe dan aktivitas komunitas. Karena itu, perkembangan olahraga ini mulai dapat dibaca sebagai bagian dari ekonomi pengalaman dan gaya hidup.

BPS Kota Depok pada Juni 2026 menempatkan padel sebagai salah satu olahraga rekreatif yang sedang populer di kalangan anak muda. Data yang dikutip BPS menunjukkan 36,05 persen pemuda Indonesia melakukan perjalanan untuk berlibur atau rekreasi. Dalam konteks ini, olahraga sosial seperti padel memiliki daya tarik karena memadukan aktivitas fisik, pertemanan dan rekreasi.

Ekonomi remaja dalam artikel ini tidak berarti seluruh remaja menjadi pelaku bisnis. Yang dimaksud adalah munculnya ruang ekonomi baru di sekitar minat anak muda: pekerjaan paruh waktu, jasa pelatihan, pembuatan konten, pemasaran digital, event, desain, penjualan perlengkapan dan pengelolaan komunitas. Namun, akses dan biaya tetap menjadi faktor penting agar olahraga tidak hanya dinikmati kelompok berpendapatan tinggi.

Pertumbuhan cepat juga membutuhkan tata kelola. Pengelola lapangan harus memperhatikan keselamatan, kualitas fasilitas, pembinaan pemain, transparansi harga dan akses yang wajar. Sekolah, komunitas dan pemerintah daerah dapat berperan dengan menyediakan ruang olahraga yang lebih beragam sehingga olahraga baru tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas komersial.

Jika dikelola secara sehat, padel dapat menjadi contoh bagaimana olahraga dan ekonomi kreatif saling bertemu. Pertumbuhan jumlah pemain, klub dan turnamen dapat menciptakan rantai nilai yang lebih luas. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tidak sekadar tren sesaat, tetapi berkembang menjadi ekosistem olahraga yang berkelanjutan. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? Please solve:Captcha