DEAL RILEKS | Setiap Jumat, masjid-masjid di Aceh ramai dipadati umat Muslim yang menjalankan ibadah salat Jumat. Namun, ada satu tradisi lain yang kian dinantikan setelah ibadah selesai, yaitu berbagi makan siang bersama dalam program Jumat Berkah. Salah satu lauk andalan yang selalu menggugah selera dalam hidangan tersebut adalah ikan tongkol, dimasak dengan gaya khas Aceh.
Ikan tongkol, yang mudah ditemui di pasar-pasar Aceh, diolah dengan bumbu kaya rempah yang menjadi identitas kuliner Aceh. Lauk ini terkenal dengan keunikan rasanya, perpaduan asam pedas yang memanjakan lidah. Bumbu-bumbu seperti cabai merah, kunyit, serai, asam sunti (buah belimbing wuluh kering), dan daun kari menyatu, menghasilkan cita rasa yang kuat dan aromatik.
Pada Jumat pagi, dapur-dapur di berbagai masjid dan rumah warga mulai sibuk mempersiapkan bahan-bahan. Ikan tongkol dipotong, dicuci bersih, lalu dimasak dalam kuah pekat yang menggoda. Aroma sedap bumbu Aceh yang khas mulai tercium, mengundang keinginan untuk mencicipinya bahkan sebelum waktu makan siang tiba.
“Ini bukan hanya soal makanan, tapi juga soal kebersamaan,” kata Muhammad Faisal, salah satu juru masak di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. “Kami memasak ikan tongkol ini dengan hati, agar yang menikmatinya tidak hanya kenyang secara fisik, tapi juga merasa diberkahi.”
Program Jumat Berkah di Aceh telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan tujuan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Masyarakat Aceh terkenal dengan solidaritasnya, dan setiap Jumat, makanan dibagikan kepada para jamaah dan penduduk setempat, termasuk mereka yang kurang mampu.
Pada hari Jumat ini, nasi putih panas disandingkan dengan ikan tongkol yang dimasak bumbu Aceh menjadi sajian utama. Hidangan ini tak hanya kaya akan gizi, tetapi juga membawa nilai budaya dan tradisi yang mendalam. Setiap gigitan tak sekadar menyentuh rasa, tapi juga menyampaikan cerita tentang warisan kuliner yang sudah turun-temurun.
“Rasanya pedas dan asam, tapi sangat pas. Bumbu Aceh memang tidak ada duanya,” ujar seorang warga yang menerima nasi bungkus di salah satu sudut jalan Banda Aceh. “Jumat Berkah selalu dinanti-nantikan, karena makanan yang disajikan benar-benar enak dan penuh makna.”
Ikan tongkol yang melimpah di perairan Aceh membuat hidangan ini tak hanya populer, tapi juga terjangkau. Pengolahan ikan yang sederhana namun sarat bumbu ini menjadi simbol rasa syukur dan berkah, menambah khidmat Jumat yang istimewa.
Dengan semakin maraknya program Jumat Berkah, lauk ikan tongkol dimasak ala Aceh semakin dikenal tidak hanya di daerah, tapi juga di luar Aceh. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner Aceh ke khalayak yang lebih luas.
Bagi masyarakat Aceh, makan bersama di hari Jumat dengan lauk tongkol bukan sekadar aktivitas makan. Ini adalah bagian dari pengabdian, kebersamaan, dan berkah yang terus mengalir dari tangan para dermawan kepada mereka yang membutuhkan. Di balik setiap sajian, tersimpan rasa syukur dan ikatan kuat antara agama, budaya, dan kehidupan sehari-hari.
Tradisi Jumat Berkah dengan lauk ikan tongkol khas Aceh ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari kenikmatan materi, tetapi juga dari berbagi dan menyatukan hati melalui hidangan yang sederhana, namun penuh berkah. (ath)








