Diplomasi Kawasan Menguat, Presiden Prabowo Bertemu Sultan Brunei Darussalam

DEAL FOKUS | Dalam langkah awal memperkuat hubungan bilateral dan stabilitas kawasan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan resmi ke Bandar Seri Begawan untuk bertemu langsung dengan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini menjadi sinyal kuat arah diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan baru.

Presiden Prabowo yang baru saja dilantik menggantikan Presiden Joko Widodo, menjadikan Brunei sebagai salah satu negara pertama yang dikunjunginya. Hal ini menunjukkan pentingnya posisi Brunei sebagai mitra strategis Indonesia, khususnya dalam konteks ASEAN.

Read More

Dalam pertemuan yang digelar di Istana Nurul Iman, keduanya membahas sejumlah isu utama, mulai dari penguatan kerja sama ekonomi, energi, pendidikan, hingga keamanan maritim di kawasan Laut China Selatan. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya solidaritas ASEAN dalam menjaga kedaulatan dan perdamaian regional, serta menekankan peran sentral Brunei sebagai negara yang memiliki posisi netral dan dihormati di antara negara-negara Asia Tenggara.

“Kita ingin ASEAN tidak hanya menjadi kawasan damai, tetapi juga kawasan yang mandiri secara ekonomi dan solid dalam menghadapi tantangan global,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama usai pertemuan.

Sementara itu, Sultan Hassanal Bolkiah menyambut baik komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat peran ASEAN dan menegaskan kembali kesiapan Brunei untuk terus bekerja sama dalam isu-isu strategis, termasuk transisi energi bersih dan stabilitas keamanan kawasan.

Tak hanya urusan geopolitik, pertemuan juga menghasilkan kesepakatan peningkatan kerja sama pendidikan dan tenaga kerja, mengingat banyak warga negara Indonesia yang bekerja di Brunei. Pemerintah Brunei menyampaikan apresiasi atas kontribusi positif para pekerja migran Indonesia dan berkomitmen untuk terus meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan mereka.

Pertemuan ini dinilai oleh banyak analis sebagai langkah awal yang cerdas dari Presiden Prabowo dalam menunjukkan arah politik luar negeri Indonesia yang pragmatis, tegas, namun tetap mengedepankan prinsip dialog dan perdamaian.

Sebagai pemimpin dengan latar belakang militer, Prabowo juga menunjukkan pendekatan diplomasi yang berimbang—tegas dalam menjaga kepentingan nasional, namun tetap terbuka terhadap kerja sama yang saling menguntungkan. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan barunya tetap konsisten memperkuat integrasi regional dan peran aktif dalam menciptakan tatanan kawasan yang stabil, damai, dan sejahtera. (ath)

Related posts