DEAL EKBIS | Pasca pelaksanaan ibadah haji, permintaan akan kurma di berbagai pasar tradisional dan supermarket di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan. Kurma, buah yang identik dengan Timur Tengah, menjadi salah satu oleh-oleh favorit para jamaah haji yang baru saja kembali ke tanah air.
Di Pasar Tanah Abang, Jakarta, salah satu pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, para pedagang kurma kebanjiran pembeli. “Sejak pekan lalu, jumlah pembeli kurma meningkat drastis. Banyak yang membeli dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat,” ujar Haji Amir, seorang pedagang kurma di Pasar Tanah Abang.
Kurma yang dijual bervariasi, mulai dari jenis ajwa yang terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis, hingga kurma medjool yang berukuran besar dan daging buahnya tebal. “Kurma ajwa paling banyak dicari karena dikenal sebagai kurma nabi. Namun, kurma medjool dan safawi juga banyak diminati karena rasanya yang enak,” tambah Haji Amir.
Fenomena ini juga terlihat di berbagai kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, dan Makassar. Supermarket dan toko oleh-oleh haji dipadati oleh pembeli yang ingin mendapatkan kurma segar langsung dari Arab Saudi. “Kami menerima pasokan kurma dalam jumlah besar dan semuanya habis dalam waktu singkat. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” kata Ibu Lilis, pemilik toko oleh-oleh haji di Surabaya.
Menurut para ahli, lonjakan permintaan ini tidak hanya disebabkan oleh para jamaah haji yang membawa pulang oleh-oleh, tetapi juga karena kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan dari kurma. “Kurma kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Selain itu, kurma juga dipercaya dapat meningkatkan energi dan menjaga daya tahan tubuh,” ujar Dr. Anita Wijaya, seorang ahli gizi.
Tak hanya itu, media sosial juga memainkan peran penting dalam meningkatkan popularitas kurma. Banyak influencer dan selebriti yang membagikan momen mereka menikmati kurma, baik sebagai camilan sehat maupun bahan dalam resep makanan dan minuman. “Melalui media sosial, kurma semakin dikenal dan diminati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda,” tambah Dr. Anita.
Dengan tingginya permintaan, para pedagang kurma berharap dapat terus menyediakan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Mereka juga berusaha menjaga kualitas kurma agar tetap segar dan lezat. “Kami berkomitmen untuk memberikan produk terbaik kepada pelanggan. Kurma yang kami jual langsung diimpor dari Arab Saudi dengan proses penyimpanan yang baik,” kata Haji Amir.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga memberikan dukungan kepada para pedagang dengan memfasilitasi impor kurma dan memastikan kelancaran distribusi. “Kami berupaya agar kurma yang masuk ke Indonesia terjamin kualitasnya dan harga tetap stabil di pasaran,” ujar Menteri Perdagangan dalam konferensi pers terbaru.
Dengan tingginya minat masyarakat, kurma tidak hanya menjadi oleh-oleh khas pasca haji, tetapi juga semakin populer sebagai camilan sehat sehari-hari. Peningkatan permintaan ini diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan keuntungan bagi para pedagang sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat. (ath)








