DEAL PARALEGAL | Elaine Prappas, J.D., memiliki pengalaman dalam setiap aspek bidang paralegal, sebagai mahasiswa paralegal, paralegal, pengacara praktik, dan instruktur paralegal. Dia sekarang adalah Penasihat Penerimaan di Pusat Studi Hukum Lanjutan, dan dia berharap dapat membantu Anda mencapai tujuan karir Anda. Hubungi info@paralegal.edu atau 1.800.446.6931 untuk informasi lebih lanjut tentang karir paralegal atau program paralegal.
Selanjutnya, Elaine mengisahkan seputar kedudukan paralegal dalam berorganisasi atau jamak disebut organisasi paralegal. Inilah kisahnya:
Sebagai Penasihat Penerimaan di Pusat Studi Hukum Lanjutan dan pensiunan pengacara, saya selalu bertanya kepada calon siswa kualitas atau atribut apa yang mereka miliki yang akan menjadikan mereka paralegal yang baik. Banyak kali saya mendengar:
“Saya suka hukum, yang menurut saya akan menjadikan saya paralegal yang baik.”
“Saya menikmati penelitian hukum.”
“Saya senang membaca.”
“Saya tepat waktu.”
Dan tentu saja: “Saya cukup terorganisir.”
Kecintaan pada hukum, membaca, ketepatan waktu, dan keterampilan penelitian semuanya berkontribusi pada kemampuan seseorang untuk menjadi paralegal yang sukses. Di atas itu, organisasi adalah kunci untuk unggul baik sebagai mahasiswa paralegal maupun sebagai paralegal yang bekerja.
Keterampilan organisasi sangat penting untuk menjadi paralegal yang efektif. Mereka memfasilitasi kemampuan paralegal untuk membuat dan mengelola sistem kalender, melacak tanggal pengadilan, dan memenuhi tenggat waktu pengarsipan. Selain itu, bahan penelitian hukum, seperti kasus hukum, harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dinavigasi dan diambil kembali. Dokumen dalam kasus hukum tidak berguna kecuali jika disimpan dan diindeks dengan benar sehingga dokumen dapat ditarik dengan cepat dan mudah.
Tetapi bagaimana seseorang menjadi terorganisir? Apakah Anda sudah menjadi orang yang cukup terorganisir atau kurang dalam departemen itu, keterampilan organisasi selalu dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Berikut adalah 4 langkah sederhana untuk menjadi lebih terorganisir, dan pada akhirnya menjadi paralegal yang lebih efisien!
- Membuat Daftar dan Memprioritaskan keterampilan organisasi untuk mahasiswa paralegal dan paralegal
Membuat daftar adalah salah satu keterampilan paling dasar dan berguna dari orang yang terorganisir. Simpan daftar tugas dan tanggung jawab bulanan, mingguan, dan harian Anda. Prioritaskan tugas dalam daftar Anda dengan menetapkan nomor atau menempatkannya dalam urutan kepentingan. Ini akan memungkinkan Anda memusatkan perhatian pada tugas-tugas penting terlebih dahulu dan membantu Anda tetap termotivasi untuk menyelesaikan semua yang perlu dilakukan. Anda tidak akan membuang waktu untuk mencoba mengingat atau memprioritaskan tugas berikutnya. Anda tidak pernah ingin memberi tahu pengacara Anda bahwa Anda gagal memenuhi tenggat waktu penting karena Anda lupa tugas atau betapa pentingnya itu.
Daftar dan kalender Anda harus menjadi hal pertama yang Anda ulas di pagi hari dan hal terakhir yang Anda periksa di malam hari. Setelah tugas atau tanggung jawab selesai, centang daftar Anda. Secara pribadi, saya selalu merasakan pencapaian yang luar biasa ketika saya meninjau daftar saya di penghujung hari dan melihat bahwa semua item telah dicoret.
- Gunakan Kalender
Semuanya harus dicatat di kalender. Penampilan pengadilan, janji temu, tenggat waktu pengarsipan, email pengingat, dan panggilan telepon semuanya harus dicatat di kalender Anda. Perbarui kalender Anda secara teratur, konfirmasikan janji temu seperlunya, dan, seperti disebutkan di atas, periksa kalender Anda di pagi hari dan di penghujung hari.
- Jaga Meja Kerja yang Bersih dan Teratur
Banyak orang memiliki kebiasaan menumpuk meja mereka dengan file, kertas, buku catatan, dan dokumen lainnya. Clutter menciptakan ruang kerja yang membingungkan dan terkadang kacau, mengakibatkan hilangnya waktu yang berharga untuk mencari file penting atau dokumen klien. Ruang kerja yang terorganisir mengharuskan kekacauan dijinakkan sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Selalu luangkan waktu untuk mengarsipkan kertas dan dokumen secara teratur. Jangan biarkan mereka menumpuk.
- File Dokumen
Memelihara, memperbarui, dan mengarsipkan dokumen dalam file klien adalah tanggung jawab penting dari semua paralegal. Berkas, berkas, berkas. Jangan menjadi seorang diva dalam hal pengarsipan dengan menunggu orang lain melakukannya untuk Anda. Tidak ada paralegal yang ingin memberi tahu pengacara atau klien mereka bahwa mereka salah meletakkan dokumen penting. Kapan pun memungkinkan, buat salinan dokumen klien untuk catatan Anda dan kembalikan aslinya kepada mereka.
Menambahkan dokumen klien ke file mereka saja tidak cukup. Jika sebuah file tidak terorganisir atau disatukan secara sembarangan, sehingga sulit untuk dinavigasi, Anda dapat menyebabkan pengacara Anda membuang-buang waktu, frustrasi, dan malu di depan klien atau hakim. File harus diatur dan dokumen diindeks dengan tepat sehingga dapat diambil dengan mudah.
Paralegal dengan keterampilan organisasi yang kuat cenderung menjadi paralegal yang efisien, tepat waktu, dan andal. Mengembangkan keterampilan organisasi Anda dapat membantu menjadikan Anda aset yang sangat diperlukan bagi seorang pengacara atau firma hukum. Luangkan waktu untuk menerapkan 4 tips ini untuk organisasi yang lebih baik, bahkan sebagai pelajar atau dalam kehidupan pribadi Anda. Anda akan bersyukur telah melakukannya! (ath/paralegal.edu)








