DEAL ZIQWAF | Di jantung Kota Tua Yerusalem, Masjid Al Aqsa berdiri dalam diam yang penuh makna. Batu-batu tuanya memikul usia berabad-abad, namun keteguhannya tak pernah lapuk oleh waktu. Di tengah arus sejarah yang silih berganti, Al-Aqsa tetap menjadi poros spiritual—tempat iman umat Islam dari berbagai penjuru dunia berlabuh dan dikuatkan.
Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan ibadah. Ia adalah bagian dari kesadaran kolektif umat Islam global. Dari mimbar hingga halaman luasnya, dari kubah hingga lorong-lorong sunyi, Al-Aqsa menyimpan jejak doa jutaan jiwa yang menautkan harapan kepada Tuhan. Setiap sajadah yang terbentang di sana menjadi saksi bahwa iman dapat tetap tegak, meski dunia di sekelilingnya kerap berguncang.
Sebagai salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam, Al-Aqsa memiliki kedudukan spiritual yang tak tergantikan. Di tempat inilah sejarah kenabian bertaut, dan dari sinilah perjalanan suci Isra Mi’raj dimaknai oleh umat Islam sebagai pengingat hubungan langsung antara manusia dan Sang Pencipta. Nilai itulah yang menjadikan Al-Aqsa terus hidup dalam doa, bahkan bagi mereka yang belum pernah menjejakkan kaki di tanahnya.
Bagi umat Islam di berbagai belahan dunia, Al-Aqsa adalah simbol keteguhan iman. Ketika kabar tentang masjid ini sampai melalui layar dan berita, ia bukan sekadar informasi—melainkan panggilan batin. Doa-doa dipanjatkan di masjid, surau, dan rumah-rumah, menandai ikatan spiritual lintas batas negara, bahasa, dan budaya.
Kokohnya Al-Aqsa juga tercermin dalam kesetiaan jamaah yang menjaga ritme ibadah. Shalat tetap ditegakkan, zikir terus dilantunkan, dan ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema dari generasi ke generasi. Di tengah keterbatasan dan tantangan, masjid ini tetap menjadi ruang penguatan iman—mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan keyakinan akan keadilan Ilahi.
Dalam perspektif global, Masjid Al-Aqsa menjadi pengingat bahwa iman bukanlah sesuatu yang rapuh. Ia dapat bertahan, tumbuh, dan menguat justru ketika diuji. Dari Yerusalem, pesan spiritual itu menyebar ke seluruh dunia Islam: bahwa menjaga iman berarti menjaga nilai kemanusiaan, kedamaian, dan harapan.
Masjid Al-Aqsa berdiri tanpa perlu bersuara lantang. Kekokohannya bukan hanya pada batu dan bangunan, tetapi pada doa yang terus mengalir dan keyakinan yang tak putus. Di sanalah umat Islam global menemukan penguatan—bahwa di tengah perubahan zaman, iman tetap memiliki rumah yang teguh, tenang, dan penuh cahaya. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G









