Lebih dari sekadar forum diskusi, SEF adalah panggung intelektual yang dibangun untuk menghormati dan melanjutkan warisan pemikiran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo—bapak ekonomi Indonesia yang gagasannya masih hidup dan relevan hingga hari ini.
Contents
Menghidupkan Warisan, Menjawab Kebutuhan Zaman
Didirikan awal 2020-an, SEF muncul dari keprihatinan terhadap minimnya ruang reflektif yang menggabungkan pemikiran historis dan kebijakan ekonomi kontemporer. Forum ini digagas oleh akademisi, praktisi ekonomi, dan tokoh muda yang terinspirasi oleh gagasan Soemitro—perumus strategi substitusi impor dan industrialisasi nasional pascakemerdekaan.
Soemitro bukan hanya tokoh sejarah, tapi arsitek gagasan yang menghubungkan ekonomi politik dengan teknokrasi. SEF hadir sebagai medium diskusi kebijakan berbasis data, sejarah, dan dinamika global.
Struktur dan Program Strategis
- Dialog Kebijakan Publik: Simposium ekonomi dengan pembicara menteri, gubernur bank sentral, ekonom global, dan pelaku usaha. Topik meliputi ketahanan pangan, hilirisasi industri, digitalisasi, dan reformasi fiskal.
- Pendidikan Ekonomi untuk Generasi Muda: Program Soemitro Young Fellows menyediakan beasiswa dan mentoring bagi mahasiswa ekonomi dan kebijakan publik.
- Riset dan Publikasi: SEF menerbitkan jurnal kebijakan ekonomi dan white paper, seperti “Menimbang Ulang Strategi Industrialisasi Indonesia”.
Jejak Pengaruh dan Kritik
Rekomendasi SEF turut memengaruhi diskursus kebijakan nasional, seperti dorongan hilirisasi berbasis EBT dan digitalisasi UMKM. Direktur Eksekutif SEF, Dr. Rahma Yulianti, mengatakan:
“Forum ini bukan hanya ruang akademik, tapi jembatan antara dunia gagasan dan ruang keputusan.”
Kritik juga hadir, terutama soal elitisme forum dan keterbatasan menjangkau akar rumput. Untuk menjawab, SEF membuka cabang diskusi seperti Soemitro Regional Forum di Yogyakarta, Makassar, dan Medan.
Mewujudkan Ekonomi yang Berkeadilan
Di tengah disrupsi global, SEF berfungsi sebagai refleksi strategis ekonomi Indonesia. Ia bukan nostalgia, melainkan peta jalan menuju ekonomi yang adil dan berdaulat. Gerakan ini membawa ide ekonomi dari ruang kuliah ke meja kebijakan.
Dengan semangat intelektual dan keberpihakan kepada rakyat, Soemitro Economic Forum tak hanya mengenang sejarah, tetapi membentuk masa depan.
(ath)








