DEAL EKBIS | Di lorong-lorong pasar tradisional yang tidak jauh dari kawasan Masjidil Haram, tumpukan kotak kurma tersusun rapi membentuk barisan warna cokelat keemasan. Sejak awal bulan suci, aktivitas perdagangan kurma di Mekkah meningkat tajam. Pedagang sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti—mulai dari warga lokal hingga jamaah umrah dari berbagai negara.
Bagi banyak orang, kurma adalah makanan sederhana untuk berbuka puasa. Namun di balik tradisi tersebut, pasar kurma selama Ramadhan ternyata menjadi salah satu penggerak ekonomi penting bagi Arab Saudi.
Contents
Lonjakan Permintaan Selama Ramadhan
Ramadhan merupakan periode konsumsi kurma tertinggi dalam setahun. Tradisi berbuka dengan kurma yang telah berlangsung sejak masa Nabi Muhammad menjadikan buah ini hampir selalu hadir di setiap meja iftar umat Islam.
Di pasar-pasar Mekkah, permintaan kurma melonjak sejak hari-hari pertama Ramadhan. Pedagang mengatakan bahwa penjualan bisa meningkat berkali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa.
“Pada bulan Ramadhan, hampir setiap orang membeli kurma—baik untuk berbuka puasa, untuk hidangan di masjid, maupun untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” kata seorang pedagang di salah satu pasar tradisional kota itu.
Banyak jamaah yang datang ke Mekkah membeli kurma dalam jumlah besar untuk dibawa kembali ke negara asal mereka.
Ragam Kurma Premium
Pasar kurma di Mekkah menampilkan berbagai varietas unggulan dari seluruh wilayah Saudi. Beberapa jenis yang paling populer antara lain Ajwa, Sukkari, Kholas, dan Sagai.
Kurma Ajwa sering menjadi incaran jamaah karena reputasinya yang memiliki nilai religius dan kualitas premium. Sementara kurma Sukkari dikenal karena rasa manisnya yang khas dan teksturnya yang lembut.
Harga kurma sangat bervariasi tergantung kualitas dan jenisnya. Varietas premium bisa mencapai puluhan riyal per kilogram, sementara jenis lain tersedia dengan harga lebih terjangkau.
Pedagang biasanya memberi kesempatan kepada pembeli untuk mencicipi kurma sebelum membeli—sebuah tradisi yang telah lama menjadi bagian dari budaya pasar di kota suci tersebut.
Efek Domino bagi Ekonomi
Lonjakan perdagangan kurma tidak hanya menguntungkan para pedagang pasar. Aktivitas ini juga memberi dampak ekonomi yang luas.
Permintaan tinggi selama Ramadhan mendorong peningkatan produksi dari perkebunan kurma di berbagai wilayah Arab Saudi, terutama di daerah seperti Al-Qassim dan Madinah. Para petani, distributor, hingga perusahaan pengemasan turut merasakan peningkatan aktivitas bisnis.
Selain itu, industri transportasi dan logistik juga ikut bergerak untuk memastikan distribusi kurma dari perkebunan ke kota-kota besar dan pasar-pasar utama seperti di Mekkah.
Dengan jutaan jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah umrah selama Ramadhan, konsumsi kurma di kota ini meningkat secara signifikan.
Kurma sebagai Komoditas Global
Arab Saudi merupakan salah satu produsen kurma terbesar di dunia. Setiap tahun negara ini menghasilkan jutaan ton kurma yang tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri tetapi juga diekspor ke berbagai negara.
Ramadhan menjadi momentum penting bagi perdagangan kurma global. Permintaan dari negara-negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia, Malaysia, Turki, dan Pakistan meningkat tajam menjelang bulan suci.
Karena itu, aktivitas perdagangan kurma di pasar-pasar Mekkah sebenarnya merupakan bagian dari rantai ekonomi yang jauh lebih besar—menghubungkan petani gurun Arab dengan konsumen di berbagai penjuru dunia.
Tradisi yang Menghidupkan Pasar
Menjelang waktu berbuka puasa, keramaian pasar biasanya mencapai puncaknya. Pembeli bergegas memilih kurma terbaik sebelum azan magrib berkumandang dari Masjidil Haram.
Beberapa pedagang menutup kios mereka lebih awal agar dapat berbuka puasa bersama keluarga atau di pelataran masjid.
Di tengah hiruk-pikuk itu, pasar kurma di Mekkah memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi keagamaan dapat menggerakkan roda ekonomi.
Dari kebun-kebun kurma di padang gurun hingga kios kecil di lorong pasar kota suci, buah kecil berwarna cokelat itu tidak hanya menjadi simbol berbuka puasa—tetapi juga salah satu penggerak penting perekonomian Arab Saudi setiap kali Ramadhan tiba. (ath)









