DEAL NASIONAL | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, merespons kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump dengan pendekatan diplomatik dan negosiasi. Dalam wawancara dengan media, Prabowo menekankan pentingnya hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat serta kesiapan Indonesia untuk berdialog demi mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
“Kami menghormati Amerika Serikat. Kami telah menjadi mitra baik selama bertahun-tahun dan selalu mengundang partisipasi mereka dalam ekonomi kami,” ujar Prabowo dalam wawancara yang dikutip oleh Antara.
Untuk merespons tarif tersebut, Prabowo mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin delegasi ke Washington guna melakukan negosiasi. Delegasi ini juga akan didampingi oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Sebagai bagian dari strategi diplomatik, Indonesia mengumumkan serangkaian konsesi perdagangan, termasuk penurunan tarif impor untuk produk-produk AS seperti baja, produk pertambangan, dan peralatan kesehatan dari 5–10% menjadi 0–5%. Selain itu, Indonesia berencana meningkatkan impor produk AS seperti gas alam cair, kedelai, dan komponen untuk proyek infrastruktur.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi dan hubungan dagang yang sehat dengan Amerika Serikat, di tengah tantangan global dan dinamika perdagangan internasional. (wam)






