DEAL FOKUS | Udara pagi yang sejuk masih menyelimuti Desa Najiahu ketika warga mulai bergerak menuju masjid untuk melaksanakan Salat Idul Adha. Jalan-jalan kecil yang membentang di antara rumah-rumah penduduk perlahan dipenuhi langkah masyarakat yang datang bersama keluarga. Tim liputan Deal Channel yang berkesempatan berada di lokasi menyaksikan secara langsung suasana hari raya yang berlangsung penuh kekhusyukan di salah satu perkampungan Muslim Hui di Tiongkok.
Sejak selepas Subuh, warga telah berdatangan dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Kaum pria banyak yang memakai peci putih khas komunitas Hui, sementara para perempuan tampil dengan busana muslim yang rapi dan sederhana. Di sepanjang perjalanan menuju masjid, sapaan hangat dan senyum antarwarga menciptakan suasana akrab yang terasa begitu kuat.
Bagi tim Deal Channel, pemandangan tersebut menghadirkan kesan mendalam. Tidak terlihat keramaian yang berlebihan, melainkan ketertiban dan kebersamaan yang tumbuh secara alami. Anak-anak berjalan bersama orang tua mereka, sementara para lansia turut hadir dengan semangat yang tidak kalah besar untuk mengikuti salat hari raya.
Najiahu sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki sejarah panjang perkembangan Islam di Tiongkok. Kehidupan masyarakat Muslim Hui di desa ini masih mempertahankan tradisi keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itu tercermin dari aktivitas masyarakat, keberadaan masjid sebagai pusat kehidupan sosial, hingga perayaan hari besar keagamaan yang tetap dijalankan dengan penuh penghormatan.
Menjelang dimulainya Salat Idul Adha, area masjid semakin dipadati jamaah. Karpet tambahan digelar untuk menampung warga yang terus berdatangan. Saf-saf salat tersusun rapi, memperlihatkan perpaduan berbagai kelompok usia yang hadir bersama-sama dalam satu ikatan spiritual.
Saat gema takbir mulai berkumandang, suasana berubah menjadi semakin khidmat. Lantunan kalimat-kalimat pujian kepada Allah terdengar memenuhi kawasan masjid dan diikuti oleh jamaah dengan penuh penghayatan. Tim liputan menyaksikan bagaimana suasana religius tersebut menyentuh hati banyak orang yang hadir.
Ketika salat dimulai, seluruh jamaah bergerak serempak mengikuti imam. Barisan yang tertata rapi memperlihatkan kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah. Di antara mereka tampak anak-anak yang berusaha mengikuti setiap gerakan salat, menjadi gambaran bagaimana nilai-nilai agama terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Setelah salat berakhir, halaman masjid berubah menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Warga saling berjabat tangan, berpelukan, dan mengucapkan selamat hari raya. Banyak yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertemu kerabat maupun sahabat yang jarang dijumpai dalam keseharian.
Tim Deal Channel juga berkesempatan berbincang dengan sejumlah warga yang mengungkapkan rasa syukur dapat kembali merayakan Idul Adha bersama keluarga dan komunitas mereka. Bagi masyarakat Najiahu, hari raya tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Di berbagai rumah, aktivitas memasak hidangan khas hari raya mulai berlangsung. Aroma makanan tradisional memenuhi udara desa, menambah semarak suasana perayaan. Sementara itu, persiapan pelaksanaan kurban dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah yang menjadi inti peringatan Idul Adha.
Yang paling membekas bagi tim liputan adalah harmoninya perpaduan antara identitas budaya Tiongkok dan tradisi Islam yang hidup di tengah masyarakat Najiahu. Kehidupan sehari-hari warga menunjukkan bagaimana nilai keagamaan dapat tumbuh berdampingan dengan budaya lokal tanpa kehilangan esensinya.
Saat matahari mulai meninggi dan aktivitas hari raya berlanjut di berbagai sudut desa, tim Deal Channel meninggalkan Najiahu dengan membawa pengalaman berharga. Desa kecil tersebut menghadirkan gambaran nyata tentang keteguhan masyarakat dalam menjaga tradisi, mempererat persaudaraan, dan mempertahankan nilai-nilai keimanan di tengah arus perubahan zaman.
Dari Najiahu, tersampaikan sebuah pesan universal bahwa semangat Idul Adha melampaui batas negara, bahasa, dan budaya. Di mana pun umat Islam berada, hari raya ini tetap menjadi simbol pengorbanan, kebersamaan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel






