DEAL JAKARTA | Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan cair 100 persen pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tetap memberikan hak kepada ASN di tengah berbagai tantangan ekonomi. Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menyelesaikan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar hukum pencairan THR tersebut.
Contents
THR ASN 100 Persen: Kapan Cair?
Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/3/2025), Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan jadwal pencairan THR bagi ASN. Sesuai dengan ketentuan tahun-tahun sebelumnya, pencairan THR biasanya dilakukan sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Kami pastikan THR untuk ASN tahun ini akan dicairkan 100 persen, dan saat ini Presiden sedang menyelesaikan Perpres yang mengatur teknis pencairannya,” ujar Sri Mulyani.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa anggaran untuk THR ASN telah dialokasikan dalam APBN 2025, sehingga proses pencairan diharapkan berjalan lancar tanpa kendala administratif.
Perpres Sedang Dirampungkan Presiden Prabowo
Penyelesaian Peraturan Presiden terkait THR ASN menjadi prioritas pemerintah saat ini. Menurut Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian terkait untuk segera menyelesaikan regulasi agar pencairan THR dapat dilakukan tepat waktu. “Pemerintah memahami betapa pentingnya THR bagi ASN dan keluarganya, oleh karena itu kami memastikan regulasi ini segera diterbitkan,” kata Hasan.
Hasan juga menambahkan bahwa selain THR, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan gaji ke-13 kepada ASN, yang biasanya dicairkan menjelang tahun ajaran baru. Kebijakan ini bertujuan untuk membantu pegawai negeri dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dan menjelang tahun ajaran baru bagi anak-anak mereka.
Kebijakan Pemerintah di Tengah Tantangan Ekonomi
Kebijakan pencairan THR ASN 100 persen di tahun 2025 ini dinilai sebagai langkah yang positif di tengah berbagai tantangan ekonomi. Meskipun kondisi ekonomi global masih mengalami ketidakpastian, pemerintah berupaya untuk menjaga daya beli ASN dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menilai bahwa pencairan THR 100 persen akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. “Pencairan THR ASN yang penuh akan mendorong konsumsi rumah tangga, terutama menjelang Lebaran. Ini juga akan berdampak positif terhadap sektor ritel dan UMKM,” kata Bhima.
Respons ASN terhadap Kepastian THR
Kepastian pencairan THR ini disambut baik oleh ASN di berbagai daerah. Salah satu ASN di Jakarta, Rina Suryani, mengaku lega dengan kepastian pencairan THR 100 persen tahun ini. “THR sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan Lebaran, terutama untuk persiapan mudik dan kebutuhan keluarga,” ungkapnya.
Dengan adanya kepastian ini, para ASN diharapkan dapat lebih tenang dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, karena mereka akan menerima hak penuh sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh pemerintah.
Pemerintah memastikan bahwa THR bagi ASN akan dicairkan 100 persen pada tahun 2025. Presiden Prabowo saat ini sedang menyelesaikan Perpres yang akan menjadi dasar hukum pencairannya. Dengan pencairan THR yang penuh, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan para ASN di seluruh Indonesia. (wam)









