DEAL FOKUS |Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmennya meneruskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)—kawasan calon ibu kota baru Republik Indonesia di Kalimantan Timur. Ditargetkan menjadi ibu kota politik pada tahun 2028.
Presiden Prabowo telah menyetujui anggaran sebesar Rp48,8 triliun (sekitar US$2,99 miliar) untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis IKN hingga 2029 Deal Channel Wikipedia.
Tantangan Pendanaan dan Keberlanjutan Proyek
Meskipun kebutuhan anggaran keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar US$32 miliar, pemerintah hanya menyediakan sekitar 20 % dari total, sementara sisanya diharapkan dari investasi swasta maupun asing. Hingga saat ini, minat investor masih terbatas—salah satunya investasi senilai US$31,8 juta dari perusahaan properti asal Tiongkok, Delonix Group Deal Channel.
Untuk menambal defisit pendanaan, pemerintah merencanakan pengajuan anggaran tambahan sebesar Rp8,1 triliun melalui APBN, khususnya untuk fasilitas legislatif dan yudikatif. Proses lelang proyek diharapkan dimulai pada awal 2025.
Peran Aktif Wapres Gibran dalam Pengawasan Proyek
Wapres Gibran turut berperan aktif dalam mengawal progres pembangunan IKN. Dalam sejumlah rapat koordinasi dengan Menteri PUPR, ia menekankan pentingnya menjaga jadwal dan kualitas konstruksi. Kolaborasi erat antara Presiden dan Wakil Presiden menjadi kekuatan untuk mempercepat realisasi visi IKN.
Visi Transformasi Nasional melalui Desentralisasi
Proyek IKN bukan sekadar relokasi pusat pemerintahan. Lebih dari itu, ini adalah upaya strategis merepresentasikan visi Indonesia modern terdesentralisasi dan mendorong pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa. Program ini juga menjadi solusi atas tantangan overpopulasi dan penurunan permukaan tanah di Jakarta. (ath)






