DEAL MEDAN | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini memberikan apresiasi besar terhadap revitalisasi kawasan Warenhuis Kesawan di Medan, Sumatera Utara. Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan pentingnya pelestarian kawasan bersejarah sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya dan sejarah kota, sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi yang ada.
Warenhuis Kesawan, yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di Medan sejak masa kolonial Belanda, memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Gedung ini dibangun pada awal abad ke-20 dan pernah menjadi simbol kemajuan kota Medan sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan ini sempat terbengkalai, kehilangan fungsi utamanya, dan nyaris terlupakan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Medan bekerja sama dengan pelaku usaha lokal dan komunitas pecinta sejarah melakukan revitalisasi besar-besaran di kawasan ini. Kini, Warenhuis Kesawan telah berubah menjadi destinasi wisata sejarah yang memadukan elemen masa lampau dan modernitas.
Saat berkunjung, Gibran memuji upaya tersebut, terutama dalam menghidupkan kembali fungsi kawasan sebagai pusat aktivitas masyarakat. “Revitalisasi Warenhuis ini adalah bukti bahwa pelestarian budaya dan sejarah tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Gibran di hadapan awak media.
Dia juga mengapresiasi sentuhan modern yang diberikan tanpa menghilangkan keaslian arsitektur gedung. Warenhuis kini menjadi rumah bagi galeri seni, kafe lokal, toko suvenir, dan ruang serbaguna untuk acara budaya. Kehadirannya memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku UMKM dan membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
“Medan tidak hanya menjadi kota metropolitan, tetapi juga kota yang bangga dengan warisan sejarahnya. Warenhuis Kesawan adalah contoh nyata bagaimana sejarah dan kemajuan dapat berjalan beriringan,” tambah Gibran.
Selain memberikan apresiasi, Gibran mendorong pemerintah daerah lain di Indonesia untuk menjadikan Warenhuis sebagai inspirasi. Menurutnya, banyak kota di Indonesia memiliki kawasan bersejarah yang layak untuk direvitalisasi, sehingga dapat menjadi pusat daya tarik wisata sekaligus menumbuhkan kebanggaan lokal.
Kunjungan Wakil Presiden juga diiringi dengan pertemuan bersama para pelaku seni, budaya, dan pegiat sejarah di Medan. Dalam pertemuan tersebut, Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam melestarikan kawasan-kawasan bersejarah lainnya di Indonesia.
Revitalisasi Warenhuis Kesawan menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat menghadirkan manfaat ekonomi yang signifikan, sekaligus mengangkat kembali nilai-nilai sejarah yang pernah memudar. Di tengah modernisasi yang pesat, kawasan ini menjadi simbol harapan bahwa warisan sejarah tidak akan pernah kehilangan relevansinya. (ath)








