Sesi 2 Pelatihan Paralegal, Peserta Bertanya Soal Honor

DEAL MEDAN | Pelatihan paralegal online angkatan 6 bulan Oktober baru saja menyelesaikan sesi 2 dari tiga sesi, dalam pelatihan sesi 2 yang baru selesai hari ini, Rabu (4/10) dari kantor hukum paralegal Medan, sebagian peserta menanyakan honor seorang paralegal.

“Jika nanti kami menjadi paralegal, berapa honornya?” kata Zahra Nasution, salah seorang peserta paralegal.

Read More

Menjawab hal itu, master trainer paralegal Alim Thonthowi menegaskan, honor paralegal diterima dari pendapatan kantor, pemasukan perkara yang daftar serta kegiatan paralegal lainnya.

Alim juga mengatakan, tugas dan peran paralegal hampir sama dengan pengacara, mereka lebih banyak bekerja di lapangan dan mengandalkan klien.

“Jadi, jika mau kaya dan banyak uang, harus bekerja keras, melayani klien dengan baik serta merumuskan program kerja yang menghasilkan,” tegas direktur eksekutif kantor hukum paralegal Sumatera Utara tersebut.

Untuk mendapatkan honor, paralegal harus mandiri dan kreatif, pekerjaan paralegal lebih mirip seperti pengusaha yang mengedepankan kemandirian, kerja keras, berpikir cerdas dan relasi luas.

Meskipun demikian, Alim juga menghimbau, menjadi paralegal lebih utama membantu dan melayani masyarakat mendapatkan keadilan karena mereka berhadapan dengan masalah hukum.

“Ada kenyamanan saat kita bisa membantu mereka,” terangnya.

Alim juga mengatakan, menjadi paralegal tidak boleh semata-mata karena uang, namun harus melihat tugas dan fungsi paralegal itu sendiri. Jika hanya demi uang maka paralegal tidak akan berguna di mata masyarakat.

“Rezeki itu dari Allah, peluang sangat banyak, jika mau memanfaatkan semua itu pasti uang ada bahkan banyak sekali, tapi lebih utama adalah melayani masyarakat,” jelasnya. (jm)

Related posts