Kemacetan di Ibu Kota bukanlah rahasia lagi. Setiap harinya, warga Jabodetabek menghadapi tantangan dalam perjalanan menuju tempat tujuan. Mulai dari pagi hingga sore, ribuan kendaraan membanjiri jalan raya, menciptakan suasana padat merayap yang sulit dihindari. Namun, ada harapan baru yang membawa solusi segar untuk masalah ini.
Data dari Tomtom International BV menunjukkan bahwa Jakarta telah naik dari peringkat 46 di tahun 2021 menjadi peringkat 29 pada tahun 2022 dalam indeks kemacetan lalu lintas. Ini menandakan bahwa lalu lintas di ibu kota semakin padat. Rata-rata, perjalanan 10 kilometer di DKI Jakarta memakan waktu sekitar 22 menit 40 detik.
Namun, ada cahaya terang di tengah kemacetan ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah proaktif dengan menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan lalu lintas. Dengan sistem Network Operation Centre (NOC) Intelligent Traffic Light System (ITS), sebanyak 20 simpang jalan utama telah dipasangi teknologi canggih ini.
Teknologi AI secara otomatis mengatur durasi lampu lalu lintas berdasarkan kepadatan kendaraan. Ketika lalu lintas padat, lampu hijau dipercepat untuk memberikan aliran yang lebih lancar. Sebaliknya, ketika tidak ada kepadatan, lampu merah diperlama untuk mengurangi waktu tunggu.
Penerapan AI telah terbukti efektif dalam mengurangi antrean kendaraan di sekitar 20 persimpangan. Dan berita baiknya adalah, Dishub DKI Jakarta berencana untuk memperluas penggunaan teknologi ini dengan menambahkan 40 simpang lagi. Targetnya, pada tahun 2023 tingkat kemacetan di Jakarta dapat menurun hingga 48 persen.
Selain membantu mengatasi kemacetan, teknologi AI juga memberikan prioritas pada angkutan umum seperti TransJakarta. Sistem AI secara otomatis memberikan prioritas lampu hijau untuk memperlancar perjalanan angkutan umum.
Dengan langkah-langkah progresif ini, Pemprov DKI Jakarta membuktikan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan mengatasi masalah kemacetan. Semoga dengan bantuan kecerdasan buatan, kita dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar dan lebih cepat di kota ini. (sumber : Indonesia.go.id / wam)









