Menuju Riyadh Menyusuri Manusia Padang Pasir

DEAL RILEKS | Jeddah, menyusuri daerah pegunungan berbatu cadas sepanjang lebih dari 850 kilometer dari kota Madinah menuju ibukota Arab Saudi Riyadh, akan di jumpai lautan padang pasir berwarna putih dan cokelat yang menghampar luas di depan mata.

Selain ribuan unta yang menghiasi padang pasir tersebut, dalam perjalanan juga akan di jumpai orang-orang badui yang biasa di sebut oleh para mukimin di arab Saudi dengan sebutan ” Manusia Padang Pasir “.

Read More

Manusia padang pasir biasanya bermukim di atas hamparan gurun pasir, dengan menggunakan tenda plastik berukuran 2 x 2 meter. Umumnya mereka berpindah tempat dari satu jabal ( gunung ) ke jabal lainnya. Mereka bertahan hidup dengan mengkonsumsi buah kurma dan susu unta.

Para penghuni padang pasir tersebut, biasanya berpakaian khas adat suku badui. Untuk kaum laki-laki, biasanya mereka menggunakan baju koko selutut berwarna putih lengkap dengan sorban yang dilipat di bagian kepala serta berjenggot tebal lebih dari 10 cm. Sementara untuk kaum wanitanya, mereka umumnya menggunakan baju gamis atau abaya satu warna lengkap dengan jilbab bercadar.

Manusia padang pasir ini adalah, sekelompok golongan yang masih menjunjung tinggi adapt istiadat amaupun suku mereka masing-masing. Mereka bertahan hidup dengan menggembala ratusan bahakan ribuan unta dan domba dengan berjalanan kaki dari lembah satu ke lembah yang lainnya.

Jika di bayangkan kondisi ini mirip cerita nabi dan para sahabatnya di masa lampau. Menurut Mukimin asal Indonesia, yang sudah tingal di kota Riyadh selama 35 tahun, Ahmad Agyl menuturkan, orang-orang padang pasir umumnya menjunjung tinggi nilai â“ nilai ke Islaman mereka, meski hidup di tengah gurun, mereka beragama Islam. Jika orang lain memandang suku ini primitive, tapi tidak menurut mereka, buktinya hasil ternak yang di kelolanya mampu menghidupi keluarga mereka. Bahkan orang-orang yang ” idealis ” tersebut mampu membeli pick up, untuk operasional mereka ke kota madinah dan Riyadh, untuk menjual susu dan hewan ternak mereka.

Menurut Agyl pula, manusia padang pasir ini, umumnya ramah dan baik hati. Jika orang-orang diluar komunitas mereka, berkunjung ke tempat tinggalnya Biasanya mereka akan menyajikan susu unta hangat di tambah buah kurma kepada orang yang mengunjunginya. Meski cuaca extrim selalu berubah-ubah dari panas ke kondisi minus, namun tetap membuat mereka bertahan dengan kesederhanaan.

Sementara itu, kota Riyadh yang terletak 1000 kilo meter dari Jeddah, suasananya lebih extrim di bandingkan madinah,Jeddah dan mekkah. Meski jumlah bangunan lebih banyak dan rapih, namun cuaca di kota ini sangat dingin dan kering. Rata-rata setiap harinya suhu mencapai 6 hingga 10 drajat celcius. Sementara kelembaban di perkirakan mencapai 10 hingga 12 derajat.(H.Ridwan bin H. Najib)

Related posts