DEAL ZIQWAF | Entah benar atau tidak, WhatsApp (WA) berbentuk pesan dan foto bangunan yang mengatasnamakan panti asuhan, kaum dhuafa dan pembangunan rumah tahfidz (penghapal Alquran) banyak beredar di telepon seluler milik redaksi www.deal-channel.com dan sebagian masyarakat Islam jama’ah pengajian masjid Nurhidayah Palembang Sumatera Selatan.
Pemimpin redaksi deal-channel Alimuddin Tan, banyak menerima pesan WA dari berbagai macam rumah tahfidz, anak yatim piatu dan panitia pembangunan pondok pesantren. Isinya macam-macam, mulai dari meminta sumbangan uang, pakaian bekas dan mie instan, hingga mengirimkan nomor rekening berbagai bank aktif di Indonesia.
“Ya, hampir setiap hari, kalau hari Jumat luar biasa banyak, tapi saya tidak hiraukan karena zaman sekarang banyak penipuan, kalau saya mau sumbang ya, saya langsung ke tempat tujuan,” kata Pemred tegas.
Pengalaman lainnya pernah dirasakan oleh Maimun Juber, jama’ah pengajian masjid Nurhidayah kota Palembang, bapak ini pernah menerima telepon meminta sumbangan opname salah satu anak yatim dari panti asuhan yang tidak elok disebutkan.
“Ya, pernah, saya pernah ditelpon minta bantuan, katanya ada anak yatim sakit,” jelasnya.
Saat mengonfirmasi hal tersebut, tim liputan www.deal-channel.com kemudian menelusuri beberapa WA yang pernah menerima pesan sama, ada yang dari alamat pengirim sejenis dan ada pula yang berbeda.
Tim liputan kemudian mencoba mengonfirmasi kebenaran nomor itu, memang ada yang benar tapi banyak yang bohong alias tidak tepat. Jadi, bagi Anda yang menerima WA atau pesan serupa, harap hati-hati ya!…(my)








