Pria ini bernama Azwar Maulana, SH, ia baru saja menyelesaikan studi dari program hukum ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pembangunan Pancabudi Perdagangan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Sebagai seorang jurnalis di media berita online deal-channel, pria muda ini menduduki jabatan Koordinator Liputan (korlip). Sehari-hari, ia harus mengkoordinir para wartawan/jurnalis di lapangan, mengarahkan liputan mereka dan mengontak satu persatu para wartawan itu jika belum menyampaikan hasil liputan dalam sebuah berita.
Sebagai seorang awak media, tentunya banyak lika liku yang pria ini alami, baik di lapangan ataupun di kantor. Menyambut hari Raya Idul Fitri tahun 2023 ini, Azwar pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga besar di sana, meskipun di kampung pria ini wajib mengumpulkan liputan berita untuk dilaporkan kepada redaksi, bagaimana kesibukannya? Simak hasil wawancara berikut:
Assalamu’alaikum, apa kabar bro?
Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah, sehat-sehat, semoga kita dilindungi Allah swt.
Amiin, oya bagaimana di kampung?
Ya, bagus, keluarga berkumpul, bertemu saudara-saudara lainnya di sini, cukup bahagia.
Anda sebagai Korlip, apa kesibukan signifikan?
Tentu sesuai uraian tugas yang diberikan pemimpin redaksi, seputar mengkoordinir para wartawan meliput sesuai tema, saya juga turun untuk mencari berita, menghubungi narasumber dan menulis berita itu. Sangat menarik, ada dinamika bekerja di media online, media jurnalistik hal baru bagi saya.
Apa ada korelasi antara latar belakang pendidikan Anda yang hukum dengan jurnalistik?
Tentu ada, hukum itu aturan dan norma, sedangkan jurnalistik cara kita menerjemahkan norma dan aturan itu dalam bentuk tulisan, jurnalistik itu cara kita menyampaikan informasi kepada masyarakat, banyak manfaat di dalamnya, manfaat itu tidak hanya dinilai uang, tapi ilmu dan pengalaman juga dan menurut ajaran agama Islam, sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya.
Oya, bagaimana Anda mengikuti irama yang ada di media ini?
Tentunya saya banyak belajar dengan bapak pemimpin redaksi, beliau senior saya, abang saya dan teman bagi saya, beliau banyak mengajarkan saya hal-hal positif, tentang hidup, motivasi, karir bahkan beliau mengajak saya bergabung di sini (red.deal-channel) dan memberikan saya tempat yang sebaiknya, bukan hanya di media, beliau juga memberikan saya amanah di kantor hukum dan lembaga pelatihan bernama Alwas Institute Indonesia, saya bersyukur ada yang peduli.
Sebagai Korlip dan jurnalis, apa komitmen Anda?
Pastinya saya akan berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan bapak pemimpin redaksi, saya akan mengemban amanah itu dengan rasa besar, sekuat tenaga dan pikiran saya, ini kan bisnis profit, tujuan bisnis pasti kita akan mencapai keuntungan dari jerih payah ini.
Kembali ke urusan hari Raya Idul Fitri, apa makna bagi Anda?
Idul Fitri kita kembali ke fitrah, setelah sebulan berpuasa menahan hawa nafsu, kita menuju kemenangan dan kemerdekaan, menjadi suci bak seorang bayi yang baru lahir. Itulah makna fitrah, ada transformasi dari buruk menjadi baik dan seterusnya baik terus menerus tanpa henti, kemudian hari raya berarti kita bebas dan merdeka setelah melalui sebuah perjuangan panjang bernama puasa, kita ditempa, digembleng, dididik dan dibina menjadi manusia hebat di dunia ini, akhirnya proses pelatihan itu selesai dan kita berhak memerdekakan jiwa dan badan kita. Intinya, setiap perjuangan pasti ada kemerdekaan, tidak mungkin kita terus berjuang tanpa merdeka dan tidak mungkin kita merdeka sebelum ada perjuangan.
Apa rencana Anda setelah lebaran Idul Fitri?
Saya akan kembali ke Perdagangan menyelesaikan urusan sarjana, kemudian saya akan fokus mengembangkan media berita deal channel, kantor hukum paralegal, magang sebagai advokat dan fokus di Alwas Institute Indonesia sebagai manajer operasional.
Bagaimana dengan organisasi?
Ya, karena saya sudah sarjana, tentu saya akan tetap berorganisasi, tapi bukan lagi organisasi mahasiswa namun organisasi pemuda dan masyarakat, organisasi professional hukum dan lainnya, kita lihat nanti.
Apa harapan Anda?
Saya berharap, ke depan Indonesia lebih baik dan apa yang kami perjuangkan dapat berhasil.
Baik, sekian dan terima kasih.








