Paris dari Sisi Lain: Ketika Kehidupan Muslim Berdenyut di Balik Gemerlap Kota Mode

Sekelompok perempuan Muslim berhijab berkumpul di depan pintu masuk bangunan bercat putih dengan ornamen khas.
Kehidupan masyarakat Muslim di Paris berjalan harmonis dan menjadi bagian dari keragaman kota.

DEAL ZIQWAF | Paris mulai ramai sejak pagi ketika pekerja membuka pintu toko, mahasiswa memenuhi jalan menuju kampus, dan kafe-kafe menyiapkan meja untuk pelanggan. Di antara kesibukan itu, kehidupan Muslim berjalan seperti bagian lain dari denyut kota—tenang, beragam, dan tidak selalu terlihat oleh wisatawan.

Muslim di Paris berasal dari latar belakang yang beragam. Sebagian memiliki keluarga dari Afrika Utara, Afrika Barat, Turki, Timur Tengah, dan kawasan Asia lainnya. Sebagian lainnya merupakan generasi yang telah lahir dan tumbuh di Prancis, sehingga bahasa Prancis menjadi bagian utama dari kehidupan mereka sehari-hari.

Read More

Pagi bagi sebagian keluarga Muslim dimulai dengan rutinitas yang sederhana. Anak-anak bersiap ke sekolah, orang tua berangkat bekerja, sementara sebagian lainnya membuka toko atau menjalankan usaha kecil. Kehidupan mereka tidak jauh berbeda dengan warga Paris lainnya, meski nilai agama tetap menjadi bagian dari kehidupan keluarga.

Masjid kemudian menjadi salah satu ruang penting. Di sejumlah kawasan Paris, tempat ibadah Muslim berdiri di antara bangunan apartemen, pertokoan, restoran, dan jalan yang sibuk. Salah satu yang paling dikenal adalah Grande Mosquée de Paris, yang juga memiliki nilai sejarah dan budaya bagi komunitas Muslim.

Perempuan Muslim terlihat dalam berbagai aktivitas kota. Ada yang mengenakan jilbab, ada yang tidak, dan masing-masing menjalani pilihan serta kehidupan yang berbeda. Mereka bekerja, belajar, menjalankan usaha, mengurus keluarga, dan berinteraksi dengan masyarakat luas.

Kawasan seperti Goutte d’Or dan La Chapelle juga memperlihatkan warna kehidupan masyarakat dengan akar budaya dari berbagai negara. Toko makanan, restoran halal, pasar, dan usaha keluarga menciptakan suasana yang berbeda dari kawasan wisata Paris yang lebih dikenal dunia.

Makanan menjadi salah satu jembatan budaya. Roti Prancis dapat ditemukan berdampingan dengan makanan khas Afrika Utara, sementara restoran halal menawarkan berbagai pilihan kuliner kepada masyarakat lokal maupun wisatawan. Dari sebuah meja makan, berbagai latar belakang masyarakat bertemu tanpa harus meninggalkan identitas masing-masing.

Anak muda Muslim Paris menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Mereka tumbuh dengan budaya Prancis, menggunakan media sosial, mengikuti pendidikan modern, dan bekerja dalam berbagai bidang. Pada saat yang sama, sebagian tetap mempertahankan hubungan dengan agama, keluarga, bahasa, dan tradisi yang diwariskan orang tua.

Ramadan memberikan suasana tersendiri. Ketika matahari terbenam, keluarga dan komunitas Muslim berkumpul untuk berbuka. Masjid menjadi lebih ramai, sementara restoran dan toko yang menyediakan makanan halal ikut merasakan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Kehidupan Islam di Paris juga tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Perdebatan mengenai sekularisme, simbol keagamaan, diskriminasi, integrasi, dan identitas terus menjadi bagian dari diskusi publik Prancis. Pengalaman setiap Muslim tentu berbeda, sehingga kehidupan komunitas tersebut tidak dapat digambarkan hanya melalui satu sudut pandang.

Paris akhirnya memperlihatkan wajah yang jauh lebih beragam daripada kartu pos Menara Eiffel. Di balik pusat mode, museum, kafe, dan boulevard yang terkenal, terdapat masyarakat Muslim yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan berbagai pilihan dan pengalaman.

Malam datang ketika lampu kota mulai menyala. Sebagian warga pulang dari kantor, sebagian mahasiswa meninggalkan kampus, sementara aktivitas di sejumlah masjid dan kawasan Muslim masih berlangsung. Paris terus bergerak seperti biasanya.

Kehidupan Muslim di kota ini bukan sebuah cerita yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari perjalanan panjang migrasi, keluarga, pendidikan, ekonomi, dan perubahan sosial Prancis. Di tengah gemerlap Paris, kehidupan itu terus berjalan—kadang terlihat jelas, kadang berlangsung dalam kesunyian, tetapi tetap menjadi bagian dari wajah kota yang semakin beragam. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? Please solve:Captcha