DEAL RILEKS | Paris tidak hanya memiliki Menara Eiffel, Champs-Élysées, dan bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi magnet wisatawan. Di balik pusat kota yang gemerlap, kehidupan masyarakat Muslim tumbuh dalam berbagai kawasan, terutama di bagian utara dan timur kota serta wilayah metropolitan Île-de-France.
Kawasan La Chapelle dan Goutte d’Or menjadi contoh ruang urban yang memperlihatkan keberagaman Paris. Jalan-jalannya dipenuhi toko makanan, restoran, toko kelontong, butik, dan usaha kecil yang dikelola masyarakat dengan latar belakang migrasi dari Afrika Utara, Afrika Sub-Sahara, serta kawasan Asia Selatan.
Goutte d’Or di arondisemen ke-18 Paris dikenal sebagai salah satu kawasan dengan sejarah migrasi yang panjang. Kehidupan masyarakat di sana memperlihatkan pertemuan berbagai budaya dan agama dalam lingkungan perkotaan yang padat.
Masjid juga menjadi bagian dari lanskap sosial kawasan tersebut. Salah satu yang terkenal adalah Grande Mosquée de Paris di arondisemen ke-5. Bangunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki ruang sosial dan budaya yang menarik perhatian masyarakat serta wisatawan.
Muslim di Paris bukan kelompok yang memiliki satu wajah. Mereka berasal dari keluarga dengan akar Aljazair, Maroko, Tunisia, Senegal, Mali, Turki, hingga berbagai negara lainnya. Sebagian merupakan keluarga yang telah tinggal di Prancis selama beberapa generasi, sementara lainnya merupakan pendatang yang relatif baru.
Perempuan Muslim terlihat dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berbelanja, mengantar anak ke sekolah, menempuh pendidikan, hingga menjalankan usaha. Sebagian mengenakan jilbab, sementara sebagian lainnya tidak menampilkan identitas keagamaan secara mencolok.
Pasar menjadi salah satu tempat paling menarik untuk melihat keragaman tersebut. Produk makanan dari Afrika Utara dan kawasan lain berdampingan dengan barang-barang khas Prancis. Aroma rempah, roti, daging halal, dan makanan khas berbagai negara bercampur dengan kehidupan khas kota Paris.
Restoran halal juga berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Dari kedai sederhana hingga restoran modern, makanan halal menjadi bagian dari pilihan kuliner di Paris dan kawasan sekitarnya. Kehadiran bisnis tersebut memperlihatkan bahwa identitas keagamaan juga berinteraksi dengan aktivitas ekonomi perkotaan.
Anak muda menjadi wajah lain dari komunitas Muslim Paris. Mereka menggunakan bahasa Prancis dalam kehidupan sehari-hari, mengikuti tren musik dan mode, belajar di sekolah atau universitas Prancis, sekaligus mempertahankan hubungan dengan budaya keluarga.
Identitas menjadi sesuatu yang terus dinegosiasikan dalam kehidupan mereka. Sebagian anak muda Muslim menjalani kehidupan yang sangat modern, tetapi tetap mempertahankan tradisi keluarga. Sebagian lainnya lebih menonjolkan identitas keagamaan dalam kehidupan publik.
Kehidupan di kawasan Muslim Paris juga tidak selalu dapat dipisahkan dari persoalan sosial yang lebih luas. Perumahan, pekerjaan, pendidikan, integrasi, diskriminasi, dan kondisi ekonomi menjadi isu yang turut membentuk pengalaman masyarakat di sejumlah kawasan dengan konsentrasi penduduk migran yang tinggi.
Paris dengan demikian memperlihatkan wajah yang jauh lebih kompleks daripada gambaran kota wisata yang selama ini dikenal dunia. Di antara kafe, butik mewah, museum, dan jalan-jalan bersejarah, terdapat lingkungan tempat komunitas Muslim membangun kehidupan sehari-hari.
Wisatawan yang keluar dari jalur wisata utama dapat menemukan sisi lain ibu kota Prancis tersebut. Toko-toko kecil, masjid, restoran halal, pasar, dan ruang komunitas memperlihatkan bagaimana masyarakat dengan akar budaya berbeda menjadi bagian dari kehidupan Paris.
Kawasan Muslim pada akhirnya bukan sekadar tempat yang dihuni oleh kelompok agama tertentu. Kawasan-kawasan tersebut merupakan bagian dari sejarah migrasi, perkembangan ekonomi, perubahan demografi, dan dinamika sosial Prancis. Dari jalan-jalan yang ramai hingga toko kecil di sudut kota, wajah Muslim Paris menunjukkan bahwa ibu kota Prancis terus berubah bersama masyarakat yang menghuninya. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel









