DEAL GENDER | PARIS — Saat pagi yang sejuk di ibu kota Prancis, gema takbir Hari Raya Idul Adha mengalun dari Wisma Nusantara, tempat berkumpulnya warga negara Indonesia yang menetap dan bekerja di Negeri Menara Eiffel. Di antara ratusan jamaah yang hadir, sosok-sosok perempuan Indonesia tampil sebagai warna tersendiri dalam perayaan yang sarat makna tersebut. Mereka datang dengan berbagai latar belakang, membawa kisah perantauan masing-masing, namun dipersatukan oleh kerinduan yang sama terhadap suasana hari raya di tanah air.
Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, halaman dan ruang-ruang Wisma Nusantara mulai dipenuhi jamaah. Di antara keramaian itu, perempuan-perempuan Indonesia tampak hadir bersama keluarga, sahabat, maupun rekan sesama diaspora. Sebagian mengenakan busana muslim dengan sentuhan motif nusantara, sementara yang lain memilih pakaian sederhana namun tetap mencerminkan nuansa hari raya. Kehadiran mereka menghadirkan pemandangan yang mengingatkan pada suasana Idul Adha di berbagai daerah Indonesia.
Bagi banyak perempuan diaspora, Idul Adha bukan sekadar momentum ibadah tahunan. Hari raya menjadi ruang untuk mengobati kerinduan terhadap keluarga yang berada ribuan kilometer jauhnya. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan individualistis di kota-kota Eropa, kesempatan berkumpul dengan sesama warga Indonesia memiliki arti yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar menghadiri sebuah acara keagamaan.
Beberapa perempuan terlihat sibuk membantu persiapan sebelum pelaksanaan salat dimulai. Ada yang mengatur tempat duduk, menyambut tamu yang datang, hingga memastikan berbagai kebutuhan jamaah dapat terpenuhi. Peran-peran tersebut dijalankan tanpa banyak sorotan, tetapi menjadi bagian penting dari kelancaran kegiatan. Semangat gotong royong yang akrab dalam budaya Indonesia tampak tetap hidup meskipun berlangsung jauh dari tanah kelahiran.
Saat salat Idul Adha dimulai, saf perempuan terisi penuh. Wajah-wajah yang berasal dari berbagai generasi terlihat menyatu dalam suasana khusyuk. Ada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Prancis, pekerja profesional yang telah lama berkarier di Eropa, ibu rumah tangga yang mengikuti pasangan mereka bertugas di luar negeri, hingga perempuan Indonesia yang telah puluhan tahun menetap di Prancis dan membangun kehidupan baru di sana.
Bagi sebagian dari mereka, perayaan hari raya tahun ini memiliki nuansa yang berbeda karena berlangsung bersamaan dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis. Kehadiran kepala negara memberikan kebanggaan tersendiri bagi diaspora Indonesia. Namun di balik momen tersebut, perhatian banyak perempuan justru tertuju pada kesempatan untuk kembali merasakan kebersamaan yang mengingatkan mereka pada kampung halaman.
Setelah salat selesai, suasana berubah menjadi lebih hangat. Halal bihalal menjadi ajang silaturahmi yang dinanti. Di sudut-sudut ruangan, perempuan-perempuan Indonesia terlihat saling berpelukan, berjabat tangan, dan bertukar cerita. Percakapan yang mengalir membahas banyak hal, mulai dari kehidupan keluarga, pendidikan anak, pekerjaan, hingga cerita tentang tradisi Idul Adha yang biasa mereka jalani di Indonesia.
Ada yang mengenang pagi hari raya di kampung halaman dengan suara takbir dari masjid-masjid kecil. Ada pula yang bercerita tentang tradisi memasak bersama keluarga besar dan kegiatan berbagi daging kurban yang selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Idul Adha. Kenangan-kenangan tersebut seolah menghadirkan Indonesia di tengah Paris, meskipun hanya untuk beberapa jam.
Di tengah arus globalisasi dan mobilitas manusia yang semakin tinggi, perempuan diaspora memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya dan nilai-nilai keluarga. Mereka sering menjadi penghubung antara generasi muda yang tumbuh di luar negeri dengan akar budaya Indonesia. Melalui bahasa, tradisi, hingga perayaan keagamaan seperti Idul Adha, mereka berupaya memastikan bahwa nilai-nilai tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada anak-anak mereka.
Potret perempuan pada perayaan Idul Adha di Wisma Nusantara juga menunjukkan wajah lain dari diaspora Indonesia. Mereka bukan hanya individu yang menjalani kehidupan di negeri asing, tetapi juga penjaga tradisi, penguat komunitas, dan penghubung antarwarga di perantauan. Di balik kesibukan profesional maupun tanggung jawab keluarga, mereka tetap menyisihkan waktu untuk membangun kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan.
Ketika acara perlahan berakhir dan para jamaah mulai meninggalkan lokasi, suasana haru masih terasa. Perempuan-perempuan Indonesia itu kembali melanjutkan aktivitas mereka di Paris dan berbagai kota lain di Prancis. Namun, momen Idul Adha yang mereka lalui bersama meninggalkan jejak emosional yang mendalam. Di tengah kota yang menjadi simbol kemajuan Eropa, mereka membuktikan bahwa nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat kekeluargaan khas Indonesia tetap dapat tumbuh dan berkembang, meskipun jauh dari tanah air.
Hari itu, di Wisma Nusantara Paris, perempuan-perempuan Indonesia tidak hanya hadir sebagai jamaah. Mereka menjadi wajah kehangatan, penjaga tradisi, dan simbol keteguhan identitas bangsa yang tetap menyala di negeri orang. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G






