DEAL PROFIL | Pagi yang tenang, tram listrik melintas perlahan di antara gedung-gedung modern Hiroshima. Orang-orang berjalan menuju kantor, pelajar memenuhi stasiun, dan kafe-kafe kecil mulai dipadati pengunjung. Sekilas, kota itu tampak seperti kota maju Jepang lainnya—tertata rapi, bersih, dan bergerak dalam ritme yang tenang. Namun di balik kehidupan modern itu, Hiroshima menyimpan sejarah paling kelam yang pernah dialami umat manusia.
Pada 6 Agustus 1945 pukul 08.15 pagi, dunia menyaksikan untuk pertama kalinya penggunaan bom atom dalam peperangan. Bom uranium yang dijatuhkan Amerika Serikat menghancurkan Hiroshima hanya dalam hitungan detik. Ledakan besar itu memusnahkan sebagian besar kawasan kota, membakar bangunan, merobohkan infrastruktur, dan menewaskan puluhan ribu orang secara langsung maupun akibat radiasi setelahnya.
Saat itu Hiroshima merupakan salah satu kota penting di Jepang bagian barat. Kota ini dikenal sebagai pusat militer, pelabuhan, perdagangan, dan industri. Sebelum perang, Hiroshima memiliki populasi sekitar 350 ribu jiwa. Namun setelah bom atom meledak di udara, sebagian besar wilayah kota berubah menjadi puing dan abu.
Banyak pihak kala itu memperkirakan Hiroshima tidak akan bisa dihuni kembali selama puluhan tahun karena dampak radiasi nuklir. Tetapi perkiraan itu perlahan terbantahkan. Di tengah kehancuran total, masyarakat Hiroshima mulai membangun kembali kehidupan mereka sedikit demi sedikit.
Hanya beberapa hari setelah tragedi bom atom, layanan transportasi darurat mulai berjalan kembali. Warga yang selamat membuka pasar sederhana di tengah reruntuhan. Pemerintah Jepang kemudian menetapkan Hiroshima sebagai kota perdamaian dan memulai proyek rekonstruksi besar-besaran pascaperang.
Kini, lebih dari delapan dekade setelah tragedi tersebut, Hiroshima berubah menjadi salah satu kota modern terpenting di Jepang. Kota ini menjadi ibu kota Prefektur Hiroshima dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa. Jalan raya lebar, sistem transportasi modern, kawasan bisnis, pusat pendidikan, dan industri berkembang pesat di atas tanah yang dahulu hangus terbakar ledakan nuklir.
Hiroshima juga dikenal sebagai kota yang memiliki keseimbangan unik antara modernitas dan refleksi sejarah. Di satu sisi, kota ini dipenuhi pusat perbelanjaan, kawasan ekonomi, universitas, dan industri teknologi. Namun di sisi lain, jejak tragedi bom atom tetap dipertahankan sebagai pengingat kemanusiaan.
Salah satu lokasi paling terkenal adalah Hiroshima Peace Memorial Park. Taman yang berada di pusat kota itu dibangun di kawasan yang dahulu menjadi titik terdampak ledakan paling parah. Di dalamnya berdiri Genbaku Dome atau Kubah Bom Atom, bangunan yang selamat sebagian dari ledakan dan kini menjadi simbol perdamaian dunia.
Setiap tahun, jutaan wisatawan datang ke Hiroshima untuk melihat langsung bagaimana kota tersebut bangkit dari tragedi besar. Selain wisata sejarah, Hiroshima kini juga dikenal karena kuliner khasnya seperti okonomiyaki Hiroshima, budaya lokal yang hangat, serta suasana kota yang lebih tenang dibanding Tokyo atau Osaka.
Sektor ekonomi Hiroshima berkembang melalui industri manufaktur, perdagangan, pelabuhan, dan otomotif. Salah satu perusahaan besar yang memiliki hubungan erat dengan kota ini adalah Mazda. Pabrik utama Mazda berada di Prefektur Hiroshima dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Transportasi kota Hiroshima juga menjadi daya tarik tersendiri. Kota ini masih mempertahankan jaringan tram listrik yang telah beroperasi sejak sebelum Perang Dunia II. Beberapa armada tram tua bahkan masih digunakan hingga sekarang dan menjadi simbol ketahanan Hiroshima setelah perang.
Meski berkembang menjadi kota modern, Hiroshima tidak pernah sepenuhnya melupakan masa lalunya. Para penyintas bom atom atau hibakusha masih menjadi bagian penting dalam sejarah kota. Kisah mereka terus diwariskan kepada generasi muda agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Setiap tanggal 6 Agustus, Hiroshima menggelar upacara peringatan bom atom yang dihadiri masyarakat internasional. Ribuan lentera dilepaskan di sungai sebagai simbol doa bagi korban perang dan harapan perdamaian dunia. Tradisi itu menjadikan Hiroshima bukan hanya kota sejarah, tetapi juga pusat pesan moral tentang bahaya perang nuklir.
Yang membuat Hiroshima berbeda dari banyak kota lain adalah kemampuannya mengubah luka sejarah menjadi identitas kemanusiaan. Kota ini tidak membangun citra melalui kemewahan atau gemerlap modernitas semata, tetapi melalui kekuatan ingatan dan semangat untuk bangkit.
Hari ini, ketika matahari terbenam di atas sungai-sungai Hiroshima dan tram listrik terus bergerak pelan di tengah kota, sulit membayangkan bahwa tempat yang sama pernah menjadi lokasi salah satu bencana terbesar abad ke-20. Namun, justru dari tragedi itulah Hiroshima tumbuh menjadi simbol bahwa kehidupan selalu memiliki cara untuk kembali berdiri, bahkan setelah kehancuran paling dahsyat sekalipun. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G









