Pesona Den Haag, Brielle, dan Zutphen: Destinasi Wisata Autentik di Belanda

Pemandangan udara kota benteng Brielle Belanda dengan kanal hijau
Panorama kota benteng Brielle yang dikelilingi kanal dan arsitektur bersejarah

DEAL ZIQWAF | Ketika berbicara tentang wisata ke Belanda, banyak pelancong dari Asia biasanya langsung membayangkan Amsterdam. Kota yang terkenal dengan kanal, museum, dan suasana khas Eropa itu memang telah lama menjadi ikon utama negeri kincir angin. Namun sebenarnya, Belanda menyimpan banyak kota lain yang justru menawarkan pengalaman wisata yang lebih tenang, lebih personal, dan sering kali meninggalkan kesan yang lebih mendalam.

Di antara kota-kota tersebut, The Hague, Brielle, dan Zutphen hadir sebagai tiga destinasi dengan karakter yang sangat berbeda, tetapi sama-sama memikat. Satu dikenal sebagai pusat diplomasi dunia, satu menghadirkan romantika kota benteng bersejarah, dan satu lagi menawarkan pesona kota tua yang seolah membekukan waktu.

Read More

Bagi wisatawan Asia yang ingin menikmati Eropa tanpa hiruk-pikuk destinasi yang terlalu padat, ketiga kota ini menjadi pilihan yang sangat menarik.

Den Haag atau The Hague dikenal luas sebagai kota hukum internasional. Di sinilah berdiri Peace Palace, rumah bagi International Court of Justice dan berbagai lembaga diplomatik dunia. Namun di balik citra formal tersebut, Den Haag juga merupakan kota wisata yang sangat menawan.

Kanal-kanalnya tertata bersih, ruang hijau tersebar luas, dan jalan-jalan kota dirancang dengan keseimbangan antara sejarah dan modernitas. Kawasan Binnenhof sebagai pusat pemerintahan Belanda berdiri megah di tepi air, menampilkan bangunan klasik yang sarat sejarah politik dan kerajaan.

Bagi wisatawan Asia, Den Haag menawarkan suasana Eropa yang elegan tanpa keramaian berlebihan. Pengunjung dapat menikmati sore di pinggir kanal, duduk santai di kafe kecil, bersepeda di jalur yang tertib, atau mengunjungi kawasan pantai Scheveningen yang hanya berjarak singkat dari pusat kota.

Den Haag adalah kota yang anggun, tenang, dan sangat memikat secara visual.

Berbeda dengan Den Haag yang modern dan diplomatis, Brielle justru menghadirkan suasana kota kecil yang sarat nostalgia.

Terletak tidak jauh dari Rotterdam, Brielle—yang juga dikenal sebagai Den Briel—merupakan kota benteng bersejarah yang dianggap sebagai salah satu fortified town terbaik di Belanda. Kota ini memiliki ratusan bangunan tua, jalan-jalan sempit berbatu, kanal yang tenang, dan benteng pertahanan abad pertengahan yang masih terawat dengan baik.

Banyak orang menyebut Brielle seperti museum terbuka yang tetap hidup.

Begitu memasuki pusat kotanya, wisatawan seakan diajak kembali ke masa lampau. Rumah-rumah klasik berdiri rapi, jembatan kecil melintasi kanal, dan suasana kota berjalan dengan ritme yang lambat dan damai.

Salah satu landmark pentingnya adalah Sint-Catharijnekerk, gereja bergaya Gotik yang menjadi simbol sejarah kota. Selain itu, benteng kota tua dan kawasan Brielse Meer menjadi tempat favorit untuk berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar menikmati senja.

Bagi pasangan yang mencari perjalanan romantis maupun keluarga yang ingin menikmati wisata sejarah yang tenang, Brielle menjadi pilihan yang sangat ideal. Kota ini tidak menjual keramaian. Ia menawarkan ketenangan yang membekas dalam ingatan.

Kemudian ada Zutphen, kota kecil di Provinsi Gelderland yang sering disebut sebagai salah satu kota abad pertengahan paling terawat di Belanda.

Terletak di tepi Sungai IJssel dan Berkel, Zutphen termasuk salah satu kota tertua di negeri itu. Begitu memasuki pusat kotanya, wisatawan akan menemukan lorong-lorong kuno, menara gereja yang menjulang, rumah-rumah pedagang tua, halaman-halaman hijau tersembunyi, serta ratusan monumen bersejarah yang masih berdiri kokoh.

Zutphen dikenal sebagai salah satu kota Hanseatik terbaik yang masih mempertahankan identitas sejarahnya. Kota ini bukan destinasi yang ramai seperti Amsterdam. Ia lebih menyerupai puisi yang dibangun dari batu bata tua dan jalan-jalan sunyi.

Wisatawan dapat mengunjungi Walburgiskerk yang megah, menyusuri sungai menggunakan perahu listrik, menjelajahi butik-butik kecil yang artistik, atau duduk santai di teras kafe sambil menikmati suasana kota yang damai. Banyak pelancong menyebut Zutphen sebagai tempat terbaik untuk menikmati slow travel—jenis perjalanan yang tidak mengejar banyak tujuan, tetapi memberi waktu untuk benar-benar merasakan satu kota secara utuh.

Bagi wisatawan Asia yang mulai mencari pengalaman yang lebih personal dibanding destinasi wisata populer, kota seperti Zutphen menawarkan sesuatu yang berbeda: ketenangan yang memiliki keindahan tersendiri.

Ketiga kota ini—Den Haag, Brielle, dan Zutphen—memiliki satu kesamaan yang kuat: semuanya menghadirkan wajah Belanda yang lebih autentik. Bukan hanya tentang bangunan terkenal. Tetapi tentang suasana hidup yang sesungguhnya.

Di sana, wisata bukan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan menikmati ritme kota itu sendiri. Menyeruput kopi di pagi yang dingin. Berjalan di tepi kanal saat senja turun. Melangkah perlahan tanpa terburu-buru. Dan pulang dengan perasaan bahwa perjalanan itu benar-benar memberi makna.

Bagi pasar wisata Asia, terutama dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura, destinasi seperti ini semakin diminati. Banyak wisatawan kini tidak hanya mencari tempat populer untuk berfoto, tetapi juga pengalaman yang bersih, aman, nyaman, dan terasa lebih asli. Belanda menawarkan semua itu.

Dan Den Haag, Brielle, serta Zutphen adalah tiga kota yang diam-diam menyimpan pesona luar biasa. Karena sering kali, kota terbaik bukanlah yang paling ramai dikunjungi. Melainkan yang paling lama tinggal di hati. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *