DEAL ZIQWAF | NUSANTARA — Cahaya lampu memantul lembut di lantai marmer ketika azan Isya berkumandang, menandai dimulainya shalat Tarawih perdana di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara. Di jantung ibu kota baru Indonesia, ribuan jamaah memadati ruang utama dan plaza masjid, menghadirkan suasana religius yang sarat makna: pertemuan antara pembangunan fisik dan kebangkitan spiritual.
Sejak petang, arus masyarakat telah mengalir menuju kawasan masjid. Aparat keamanan dan relawan mengatur barisan dengan tertib, memastikan setiap jamaah memperoleh tempat yang layak. Laki-laki dan perempuan membentuk shaf-shaf rapi, sebagian datang bersama keluarga, sebagian lagi rombongan pegawai dan pekerja proyek yang kini menetap di kawasan Nusantara.
Simbol Spiritual di Ibu Kota Baru
Tarawih perdana ini bukan sekadar ibadah rutin Ramadan. Ia menjadi simbol bahwa denyut kehidupan di IKN tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan gedung pemerintahan, tetapi juga dari tumbuhnya ruang-ruang spiritual yang menyatukan masyarakat.
Ketika imam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, gema suaranya memenuhi kubah dan lorong masjid. Jamaah berdiri dalam keheningan, sebagian menunduk khusyuk, sebagian lagi memejamkan mata. Di luar, angin malam Kalimantan berembus pelan, menyapu halaman luas yang masih baru namun mulai terasa akrab.
Beberapa jamaah mengaku terharu dapat merasakan Ramadan pertama di masjid negara ibu kota baru. Bagi mereka, momen ini adalah catatan sejarah pribadi—kesempatan menyaksikan lahirnya tradisi baru di tempat yang diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
Kesiapan Infrastruktur dan Antusiasme Publik
Pengelola masjid memastikan fasilitas pendukung berjalan optimal: sistem pendingin ruangan, pengeras suara, hingga area parkir dan akses difabel. Relawan membagikan air minum dan membantu jamaah lanjut usia. Ketertiban terlihat dari awal hingga akhir rangkaian ibadah.
Antusiasme masyarakat mencerminkan harapan besar terhadap peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Sepanjang Ramadan, berbagai agenda telah disiapkan—mulai dari kajian keislaman, buka puasa bersama, hingga kegiatan sosial bagi warga sekitar.
Menyatukan Beragam Latar Belakang
Di antara jamaah tampak pekerja konstruksi, aparatur sipil negara, hingga warga lokal Kalimantan Timur. Mereka berdiri sejajar dalam satu saf, tanpa sekat jabatan atau latar belakang. Kebersamaan itu menghadirkan pesan kuat tentang persatuan di tengah proses transformasi nasional.
Tarawih perdana ini sekaligus menjadi penanda bahwa IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memadukan nilai modernitas dan spiritualitas. Di tengah gemuruh pembangunan, malam itu menghadirkan jeda—hening yang memberi ruang bagi refleksi. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G






