DEAL GENDER | Hanoi, 2025 — Di jantung ibu kota Vietnam yang padat dan penuh pesona, geliat pariwisata tidak hanya ditopang oleh gedung tua kolonial atau aroma kopi di tepi Danau Hoan Kiem. Ada kekuatan tenang namun vital yang menggerakkannya: perempuan Vietnam. Dari pemandu wisata, pengusaha kuliner, pemilik homestay, hingga perancang tur budaya, perempuan Hanoi kini memegang peranan sentral dalam membangun wajah baru industri pariwisata—lebih inklusif, berakar pada budaya lokal, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Contents
- 1 Dari tradisi ke inovasi: transformasi peran perempuan
- 2 Kewirausahaan mikro: tulang punggung ekonomi wisata lokal
- 3 Pariwisata berkelanjutan dan kepemimpinan komunitas
- 4 Tantangan: kesetaraan dan pengakuan
- 5 Dampak sosial: pemberdayaan dan identitas nasional
- 6 Menuju masa depan: perempuan sebagai penggerak industri pariwisata baru
Dari tradisi ke inovasi: transformasi peran perempuan
Selama beberapa dekade, perempuan Vietnam dikenal karena ketekunan dan semangat kerja kerasnya—warisan dari masa perang dan perjuangan ekonomi pasca-1975. Kini, semangat itu beralih ke dunia pariwisata. Banyak perempuan di Hanoi yang beralih dari pekerjaan informal atau domestik ke sektor jasa wisata, terutama setelah reformasi Doi Moi dan liberalisasi ekonomi membuka peluang bagi wirausaha kecil.
Di distrik tua Old Quarter, misalnya, perempuan memimpin usaha boutique hotel, kafe tematik, toko suvenir berkelanjutan, hingga usaha kuliner tradisional. Mereka bukan hanya pemilik bisnis, tetapi juga kurator budaya — menjaga keaslian resep, ritual, dan cerita rakyat yang kini menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional.
“Saya tidak ingin hanya menjual makanan, tapi juga kisah di baliknya,” ujar Nguyen Thi Lan, pemilik kedai pho legendaris di Hang Trong. “Wisatawan datang untuk rasa, tapi mereka pulang dengan pengalaman yang bermakna.”
Kewirausahaan mikro: tulang punggung ekonomi wisata lokal
Data dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam menunjukkan, lebih dari 55% tenaga kerja di sektor pariwisata nasional adalah perempuan, dan sebagian besar bergerak di usaha mikro dan kecil. Di Hanoi, angka itu bahkan lebih tinggi—perempuan mendominasi sektor hospitality, kerajinan tangan, serta jasa kuliner.
Kisah sukses banyak bermula dari skala rumahan. Beberapa perempuan memanfaatkan platform digital seperti Airbnb atau Booking.com untuk memasarkan homestay, sementara lainnya memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan street food tour atau kelas memasak tradisional. Digitalisasi menjadi jembatan antara kearifan lokal dan pasar global.
“Kami belajar bagaimana menggunakan Instagram dan TikTok untuk mempromosikan tur budaya wanita Hanoi,” kata Tran Minh Hoa, koordinator Women’s Tourism Network. “Ini cara kami mengubah ketrampilan tradisional menjadi sumber ekonomi modern.”
Pariwisata berkelanjutan dan kepemimpinan komunitas
Selain ekonomi, perempuan juga tampil di garis depan dalam mendorong pariwisata berkelanjutan. Di wilayah Ba Vi dan Soc Son, misalnya, komunitas perempuan mengembangkan eco-village dengan konsep ramah lingkungan: rumah bambu, pertanian organik, serta pelatihan keterampilan untuk warga muda.
Program Women for Green Tourism yang didukung oleh UNDP dan pemerintah lokal memberikan pelatihan tentang manajemen limbah, pengelolaan homestay, serta pemasaran ekowisata. Dampaknya nyata—penghasilan meningkat, lingkungan terjaga, dan wisatawan memperoleh pengalaman autentik.
“Kami ingin wisatawan memahami bahwa keindahan Hanoi tidak hanya di kota tua, tapi juga di desa-desa yang hidup secara lestari,” tutur Pham Thu Huong, ketua kelompok pariwisata perempuan Ba Vi Eco Link.
Tantangan: kesetaraan dan pengakuan
Namun di balik kemajuan itu, perempuan Vietnam masih menghadapi tantangan klasik: akses terbatas ke modal usaha, pelatihan profesional, dan ruang kepemimpinan formal. Banyak yang masih bekerja tanpa kontrak resmi atau perlindungan sosial. Sementara itu, sebagian perempuan di sektor informal harus menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab rumah tangga yang berat.
Kementerian Pariwisata bersama organisasi seperti Vietnam Women’s Union kini berupaya mengubah kondisi ini dengan menghadirkan kredit mikro, program pelatihan bahasa asing, dan kursus kewirausahaan digital. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku utama, bukan sekadar pekerja pendukung.
Dampak sosial: pemberdayaan dan identitas nasional
Keterlibatan perempuan tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada identitas nasional Vietnam modern. Gaya kepemimpinan berbasis empati, perhatian terhadap detail, dan kepedulian lingkungan yang dimiliki banyak pengusaha perempuan kini menjadi nilai tambah citra pariwisata Hanoi.
Sementara itu, wisatawan asing semakin tertarik pada pengalaman yang lebih personal dan autentik — seperti tur memasak di rumah warga, belajar embroidery tradisional, atau mengikuti ritual teh yang dipandu perempuan tua di pinggiran kota. Semua itu memperkuat soft power Vietnam di mata dunia.
Menuju masa depan: perempuan sebagai penggerak industri pariwisata baru
Hanoi kini menjadi laboratorium sosial bagi model pariwisata berbasis pemberdayaan perempuan. Pemerintah lokal mulai menyiapkan Women-led Tourism Roadmap 2030 yang menargetkan peningkatan 30% perempuan pemilik bisnis wisata formal, sekaligus memperluas pelatihan digital dan sertifikasi tour guide perempuan.
Dengan daya tahan ekonomi, kecerdasan sosial, dan kemampuan beradaptasi, perempuan Vietnam telah membuktikan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak hanya tentang tempat indah, tetapi juga tentang siapa yang menjaga, menghidupkan, dan menceritakannya kepada dunia.
Perempuan Vietnam, khususnya di Hanoi, kini bukan lagi figur latar dalam industri pariwisata. Mereka adalah arsitek budaya, inovator ekonomi, dan penjaga nilai-nilai lokal di tengah modernisasi cepat. Di antara hiruk-pikuk lalu lintas dan aroma kopi pagi di Old Quarter, denyut kehidupan pariwisata Hanoi sesungguhnya berpulang pada tangan-tangan perempuan yang bekerja tanpa henti—menyatukan tradisi, kerja keras, dan harapan masa depan dalam satu lanskap yang memikat dunia. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G









