Pulau Leebong, Surga Tersembunyi di Jantung Belitung

DEAL PROFIL | Di antara hamparan laut biru dan pasir putih timur Sumatra, berdirilah sebuah pulau kecil yang mulai mencuri perhatian dunia: Pulau Leebong. Terletak sekitar 3 kilometer dari pesisir barat Pulau Belitung, pulau ini menjadi simbol harmoni antara ekowisata, pelestarian alam, dan kemewahan tropis yang membumi.

Pulau Privat yang Dibuka untuk Umum

Dengan luas sekitar 37 hektar, Pulau Leebong awalnya merupakan pulau privat. Sejak 2016, pengelola membukanya sebagai destinasi wisata berbasis konservasi tanpa merusak ekosistem mangrove, pantai, dan terumbu karang dangkal.

Read More

Panorama Alam: Dermaga Cinta dan Hutan Mangrove

Dermaga Cinta menjadi ikon foto favorit. Di sekitar dermaga, wisatawan bisa berenang, snorkeling, atau bersantai di hammock terapung. Hutan mangrove seluas 5 hektar menjadi rumah bagi burung laut, kepiting merah, ikan kecil, dan biawak.

“Menjaga keaslian pulau adalah kekuatan utama kami. Tanpa itu, Leebong hanya akan jadi resort biasa,” — Sari Maulina, pengelola resort

Arsitektur Tropis dan Sentuhan Lokal

Penginapan bergaya rumah panggung Melayu-Minangkabau menggunakan kayu ulin dan atap nipah. Fasilitas meliputi restoran seafood terapung, area yoga tepi pantai, dan perpustakaan terbuka, semua dengan prinsip eco-luxury.

Ekowisata dan Edukasi Lingkungan

Program wisata mencakup tur mangrove, kelas memasak, hingga workshop konservasi terumbu karang. Kolaborasi dengan nelayan dan sekolah lokal membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal

Lebih dari 80% staf berasal dari desa pesisir. Pengelola membeli hasil laut langsung dari nelayan dengan harga adil. Tantangan yang dihadapi termasuk tekanan investor, sampah laut, dan perubahan iklim.

“Leebong harus jadi contoh bahwa pariwisata bisa selaras dengan pelestarian,” — Dr. Eko Setiawan, Universitas Bangka Belitung

Pulau Leebong bukan sekadar pulau indah, tetapi laboratorium hidup harmoni alam, budaya, dan manusia. Sebuah narasi alternatif di tengah gempuran pariwisata massal. (ath)

 

Related posts