Sinergi Lintas Lembaga: 41 Anak Mengikuti Program Sunatan Massal Gratis di Bandar Huluan

Dokumentasi kegiatan sunatan massal gratis di Bandar Huluan hasil kolaborasi KBG, Koin Dakwah, dan BKM Safinaatussalam.
Kebahagiaan anak-anak peserta program sunatan massal gratis di Desa Naga Jaya 1, Kecamatan Bandar Huluan, saat menerima bingkisan dan santunan.

DEAL PROFIL | Kegiatan filantropi berbasis kemasyarakatan kembali menorehkan cerita sukses di wilayah Kabupaten Simalungun. Sebanyak 41 anak telah mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan preventif melalui program sunatan massal gratis di Bandar Huluan. Bakti sosial yang menyasar keluarga kurang mampu ini dipusatkan di Desa Naga Jaya 1, Kecamatan Bandar Huluan, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini lahir dari inisiatif kolaboratif yang solid antara tiga pilar gerakan sosial keagamaan, yaitu Khitanan Berkah Gratis (KBG), lembaga filantropi Koin Dakwah, serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Safinaatussalam.

Sejak pagi hari, atmosfer penuh antusiasme telah menyelimuti lokasi acara. Puluhan anak yang didampingi oleh orang tua masing-masing tampak memadati area registrasi dan ruang tunggu. Kendati tindakan khitan sering kali memicu kecemasan pada anak-anak, pendekatan humanis yang diterapkan oleh para relawan, panitia pelaksana, dan tim tenaga medis berhasil mencairkan suasana.

Read More

Sikap ramah dan menenangkan dari seluruh kru di lapangan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para peserta. Kondisi kondusif tersebut membuat anak-anak dapat menjalani seluruh rangkaian tindakan medis dengan tenang dan tanpa rasa takut yang berlebihan. Pancaran senyum lega serta ekspresi bahagia dari para orang tua yang hadir menjadi bukti nyata bahwa program intervensi sosial ini memberikan dampak manfaat yang masif, konkret, dan langsung dirasakan oleh struktur masyarakat akar rumput.

Manifestasi Dakwah Melalui Aksi Sosial Nyata

Founder Koin Dakwah, Indra Guna Hasibuan, bersama salah satu anggota tim inti, Zainul Muttaqin, menegaskan bahwa agenda ini dirancang bukan sekadar sebagai program karitatif atau aksi sosial musiman semata. Lebih dari itu, gerakan ini merupakan implementasi dari metodologi dakwah kontemporer yang diwujudkan melalui tindakan nyata (action-oriented dawah). Dengan menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, pesan-pesan kepedulian Islam dapat tersampaikan secara lebih struktural dan emosional.

“Alhamdulillah, amanah besar dari para donatur dan umat telah kami tunaikan dengan sebaik-baiknya. Sebanyak 41 anak yang menjadi peserta khitanan gratis ini tampak bahagia dan ceria hingga seluruh rangkaian acara selesai,” ujar Indra Guna Hasibuan saat memberikan keterangan pers di lokasi kegiatan.

Indra juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan yang telah meruntuhkan ego sektoral demi mewujudkan kerja sama yang inklusif ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bersedia bergandengan tangan dalam kolaborasi kebaikan ini. Semoga ikhtiar bersama ini dicatat sebagai amal jariyah dan menjadi katalisator bagi lahirnya lebih banyak program kemanusiaan serupa di masa-masa mendatang,” tambahnya.

Manajemen Medis Profesional dan Peran Strategis KBG

Faktor utama yang menjamin kelancaran aspek klinis dalam agenda bakti sosial ini terletak pada keterlibatan tim Khitanan Berkah Gratis (KBG). Lembaga yang dipimpin oleh Koordinator Ustadz Donaru Purba serta Ketua Yayasan Dodi Brizki Pangestu ini bertindak sebagai eksekutor medis utama.

Pemilihan KBG sebagai mitra klinis didasarkan pada rekam jejak, jam terbang, serta dedikasi tinggi yang mereka miliki dalam mengelola manajemen khitanan massal di berbagai daerah terpencil. Integrasi keahlian medis dan prosedur yang terstandarisasi membuat seluruh rangkaian tindakan khitan dapat diselesaikan secara profesional, efisien, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan (patient safety) dan kenyamanan psikologis anak.

Masjid sebagai Pusat Integrasi dan Kesejahteraan Umat

Di sisi lain, keberhasilan mobilisasi massa dan tata kelola logistik di lapangan tidak terlepas dari peran vital jajaran pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Safinaatussalam. Dipimpin langsung oleh Ustadz Syaripudin Panjaitan bersama dua rekan pengurus, Kusnadi dan Towo, BKM Safinaatussalam bertindak sebagai fasilitator utama yang mengawal jalannya kegiatan, mulai dari fase perencanaan, sterilisasi lokasi, hingga tahap pasca-acara.

Langkah ini sekaligus menegaskan kembali fungsi hakiki masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual (ritual mahdhah), tetapi juga sebagai pusat peradaban, integrasi sosial, dan pusat pemenuhan kesejahteraan umat.

“Sinergi yang kuat antara pengurus masjid, para relawan, tim medis, dan masyarakat lokal merupakan pilar kekuatan utama yang membuat seluruh rangkaian acara ini dapat berlangsung dengan sukses, tertib, dan aman,” ungkap Ustadz Syaripudin Panjaitan.

Ustadz Syaripudin juga menambahkan bahwa dukungan finansial dan moral terhadap kesuksesan agenda ini mengalir dari berbagai sektor, termasuk sektor swasta lokal dan jajaran pemerintahan tingkat terbawah. Beberapa pihak yang turut berkontribusi aktif di antaranya adalah pemilik Toko Mas Mandiri Bahapal serta Kepala Lingkungan (Gamot) setempat, Doni Pranata.

“Melalui semangat kebersamaan, kita membuktikan bahwa dengan berkolaborasi, kita mampu mengukir senyuman di wajah anak-anak kita, menebar manfaat yang luas, serta membangun kepekaan sosial yang lebih kuat di dalam masyarakat,” kata Syarif menegaskan esensi gotong royong tersebut.

Pemberian Paket Santunan Komprehensif Bagi Peserta

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian para peserta dan upaya untuk meringankan beban ekonomi keluarga, panitia penyelenggara tidak hanya menyediakan layanan medis cuma-cuma. Berdasarkan amatan langsung di lokasi acara, setiap anak yang telah selesai menjalani proses khitan langsung mendapatkan paket santunan komprehensif.

Paket logistik dan santunan yang diberikan kepada masing-masing peserta meliputi:

  1. Mushaf Al-Qur’an: Sebagai sarana edukasi spiritual untuk mendorong motivasi belajar agama anak-anak.
  2. Sarung Baru: Pakaian ibadah yang juga berfungsi praktis pasca-tindakan medis khitan.
  3. Uang Saku (Santunan Tunai): Guna memberikan kegembiraan langsung bagi anak-anak yang telah berani dikhitan.
  4. Paket Obat-obatan (Medikasi): Perlengkapan pemulihan pasca-khitan lengkap dengan petunjuk dosis medis dari tim dokter.
  5. Makanan Berat dan Makanan Ringan (Snack): Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan energi peserta selama berada di lokasi acara.

Melalui pemberian paket komprehensif ini, program khitanan massal di Desa Naga Jaya 1 berhasil menorehkan standar baru dalam pelaksanaan aksi kepedulian sosial yang tidak hanya berfokus pada kuantitas peserta, namun juga kualitas pelayanan dan kedalaman dampak psikologis yang ditinggalkan bagi masyarakat Kecamatan Bandar Huluan. (IGH/Red)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? Please solve:Captcha