Presiden Prabowo Resmikan Terminal Haji dan Umrah Soekarno-Hatta: Modernisasi Layanan Jemaah, Wajah Baru Diplomasi Pelayanan Umat

DEAL ZIQWAF | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Terminal Haji dan Umrah terintegrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (8/5).

Terminal modern ini digadang-gadang sebagai tonggak sejarah baru pelayanan ibadah umat Islam Indonesia, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam modernisasi infrastruktur keagamaan dan layanan publik berbasis kemanusiaan.

Read More

Dalam pidato resminya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan terminal khusus ini bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga tentang martabat bangsa dan penghormatan kepada tamu-tamu Allah.

“Kita ingin memastikan bahwa jemaah haji dan umrah Indonesia mendapat pelayanan terbaik sejak dari tanah air. Ini bentuk penghormatan negara kepada rakyatnya dan komitmen kita terhadap nilai-nilai spiritual,” ujar Presiden di hadapan para ulama, pejabat, dan tokoh masyarakat.

 

Terminal Kelas Dunia untuk Ibadah Suci

Terminal Haji dan Umrah yang berlokasi di Area Terminal 1A Soekarno-Hatta ini memiliki luas lebih dari 34.000 meter persegi dan mampu melayani hingga 4.000 jemaah per hari. Terminal ini dirancang dengan standar internasional namun tetap mengusung nuansa budaya Islam Nusantara.

Dilengkapi ruang tunggu khusus, ruang ibadah megah, layanan kesehatan, fasilitas imigrasi terintegrasi, dan area khusus edukasi manasik, terminal ini menciptakan suasana kondusif dan nyaman bagi jemaah yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Mulai dari kedatangan, pengecekan dokumen, hingga keberangkatan — semua terpusat dalam satu tempat. Tak ada lagi antre panjang dan berpindah-pindah gedung,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut mendampingi peresmian.

 

Infrastruktur dan Diplomasi Pelayanan

Selain peningkatan pelayanan, terminal ini juga menjadi simbol diplomasi pelayanan publik. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi telah memberikan apresiasi terhadap peningkatan manajemen jemaah haji Indonesia yang dianggap paling tertib dan terorganisir di dunia.

“Dengan terminal ini, kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya negara pengirim jemaah terbesar, tetapi juga yang paling siap secara infrastruktur,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besarnya untuk Indonesia turut hadir dalam peresmian dan menyampaikan apresiasi atas langkah progresif ini. “Ini adalah contoh bagaimana pelayanan ibadah bisa menjadi bagian dari hubungan antarbangsa yang harmonis,” katanya.

 

Efek Ekonomi dan Teknologi

Pembangunan terminal ini juga membuka lapangan kerja baru, dari sektor keamanan, transportasi, kuliner halal, hingga logistik. Bandara Soekarno-Hatta kini mengintegrasikan layanan digital untuk manajemen bagasi dan jadwal keberangkatan jemaah, termasuk sistem pemantauan real-time berbasis aplikasi.

Garuda Indonesia dan Saudia Airlines juga turut menggandeng startup teknologi untuk mempercepat check-in dan pelacakan jemaah secara digital, menjadikan Indonesia pionir dalam digitalisasi pelayanan haji.

 

Mewujudkan Transformasi Pelayanan Keagamaan

Pakar transportasi dan pelayanan publik, Dr. Andhika Prawira, menyebut langkah ini sebagai simbol transformasi pelayanan keagamaan yang berpijak pada nilai-nilai humanisme dan efisiensi modern.

“Presiden Prabowo ingin mengawali pemerintahannya dengan menempatkan kemuliaan ibadah dalam konteks kenegaraan. Ini bukan hanya soal fasilitas bandara, tapi soal arah baru pelayanan publik yang spiritual dan nasionalis.”

 

Rakyat Sambut Antusias

Jemaah asal Surabaya yang dijadwalkan berangkat melalui terminal ini menyampaikan kebanggaan mereka. “Dulu kami harus menunggu lama, penuh sesak, sekarang kami bisa duduk tenang, nyaman, dan semua dipandu dengan baik,” ujar Abdul Ghani (63), jemaah haji reguler 2025.

Presiden Prabowo juga menyatakan bahwa terminal serupa akan dibangun di beberapa embarkasi utama lainnya seperti Makassar, Medan, dan Solo. “Kita ingin semua umat, di mana pun mereka, merasakan pelayanan negara yang sama mulianya,” tegasnya. (ath)

Related posts