Skip to content
Deal Channel
Berita Terbaru
Kisah Mengharukan Idul Adha di Najiahu yang Membuat Terpukau Di Balik Shalat Idul Adha dan Halal Bihalal Presiden Prabowo di Wisma Nusantara Paris Prabowo Pacu Revolusi Energi dan Digital, Indonesia Disiapkan Jadi Raksasa Baru Asia Menuju Raksasa Baru Asia: Bagaimana Transformasi Ekonomi Digital dan Revolusi Energi Menentukan Masa Depan Indonesia Ekonomi Singapura Goyah Akibat Konflik Global Amerika, Israel, dan Iran
Home TEKNOLOGI Pengguna Gmail Diminta Mengganti Alamat Email di 2025, Ada Apa?

Pengguna Gmail Diminta Mengganti Alamat Email di 2025, Ada Apa?

Gravatar Image
Berita Deal Channel
December 28, 2024December 28, 2024715 Views
Google mail (Gmail) sebagai layanan email gratis milik google yang paling banyak digunakan di dunia

Jakarta, DEAL TECHNO | Pengguna Gmail di seluruh dunia mendapatkan peringatan penting terkait ancaman keamanan yang semakin meningkat di platform email. Hal ini dipicu oleh laporan FBI yang mengungkapkan peningkatan kasus penipuan melalui email dan website. Meski Google telah memblokir lebih dari 99,9% email phishing dan malware di Gmail, ancaman tersebut belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Dalam keterangannya, Google menyebutkan bahwa mereka telah menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru untuk melindungi penggunanya. AI yang dikembangkan mampu mendeteksi dan membasmi phishing, malware, serta spam secara lebih efektif. Namun, dengan semakin canggihnya teknologi, pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan AI untuk menciptakan serangan yang lebih sulit terdeteksi.

Read More
  • Mengubah Stigma Miskin: Menengok Wajah Desa Najiahu yang Bersih dan Penuh Martabat
  • Kisah Mengharukan Idul Adha di Najiahu yang Membuat Terpukau
  • Potret Perempuan Muslim Najiahu: Penjaga Tradisi dan Kehangatan Hari Kurban

 

Ancaman Kejahatan Siber yang Kian Canggih

Menurut firma keamanan siber McAfee, perkembangan AI saat ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, AI membantu mencegah serangan siber, tetapi di sisi lain, penjahat juga menggunakannya untuk menciptakan penipuan yang lebih meyakinkan dan personal. “Seiring dengan mudahnya akses terhadap teknologi AI, penjahat siber mampu membuat skema penipuan yang sulit dikenali bahkan oleh sistem keamanan canggih,” kata McAfee.

Mailmodo, sebuah platform email marketing, mencatat bahwa pesan spam menyumbang lebih dari 46,8% dari total lalu lintas email secara global bulan ini. Kondisi ini mendorong banyak perusahaan untuk mencari alternatif dalam berkomunikasi, seperti menggunakan aplikasi pesan instan (WhatsApp, Telegram) atau platform kolaborasi kerja (Slack, Teams).

 

Solusi untuk Melindungi Pengguna

Sebagai langkah perlindungan, para pengguna disarankan untuk menyembunyikan alamat email mereka agar tidak diketahui oleh pihak-pihak yang berniat jahat. Salah satu solusi yang mulai diterapkan adalah penggunaan fitur ‘Hide My Email’ dari Apple. Dengan fitur ini, pengguna dapat membuat alamat email sementara yang dapat digunakan untuk pendaftaran online atau keperluan tertentu, tanpa membagikan alamat email utama mereka.

“Untuk menjaga privasi, Anda bisa membuat alamat email acak yang diteruskan ke email utama. Dengan begitu, alamat email asli Anda tetap terlindungi,” demikian penjelasan Apple mengenai fitur tersebut.

Google juga sedang mengembangkan fitur serupa bernama ‘Shielded Email’. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat alamat email alias untuk penggunaan satu kali atau jangka pendek. Pesan yang dikirim ke alamat alias tersebut akan diteruskan ke email utama tanpa mengungkapkan alamat email asli pengguna. “Jika fitur ini sudah tersedia, pengguna sebaiknya segera memanfaatkannya untuk meningkatkan keamanan dari penipuan di email,” kata Google, seperti dilaporkan oleh CNBC Indonesia.

 

Langkah yang Bisa Dilakukan Pengguna

Meski Google telah mengembangkan sistem AI yang mampu mendeteksi pola penipuan dengan lebih baik, keamanan email tetap memerlukan peran aktif dari pengguna. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Aktifkan Fitur Privasi: Gunakan fitur seperti ‘Hide My Email’ di Apple atau ‘Shielded Email’ di Gmail jika sudah tersedia.
  2. Gunakan Email Alias: Buat alamat email khusus untuk kebutuhan verifikasi atau keperluan publik.
  3. Hindari Membagikan Email Utama Secara Bebas: Jangan bagikan alamat email utama Anda di platform atau formulir online yang tidak terpercaya.
  4. Tingkatkan Kesadaran Keamanan: Selalu waspada terhadap email yang mencurigakan dan segera laporkan jika menemukan hal yang tidak wajar.

Keamanan email menjadi semakin penting di era digital yang terus berkembang. Dengan mengambil langkah-langkah preventif ini, pengguna dapat melindungi data pribadi mereka dari ancaman penipuan yang semakin kompleks. (wam)

Post Views: 715
akhir tahun 2024cara menghindari penipuan emailDeal Channeldeal channel weekendedisi 125edisi terakhir tahun 2024fitur gmail barugmail 2025google aihide my emailkeamanan emailKeamanan Siberpenipuan onlineshielded emailspam email
Share

Post navigation

Previous post Prabowo Jadi Sorotan Media Asing: Apa yang Membuatnya Istimewa di 2024?
Next post Wakaf Alam: Menyemai Ketenangan Jiwa Lewat Harmoni dengan Lingkungan

Related posts

  • Operasi gabungan kepolisian internasional menggerebek markas sindikat online scams internasional dan menyita barang bukti digital

    Operasi Siber Global: Jaringan Sindikat Online Scams Internasional Digulung, Jutaan Akun Palsu Resmi Diblokir

  • Wamenkomdigi Nezar Patria menjelaskan pentingnya program Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu untuk mendorong pemerataan akses digital nasional bagi seluruh masyarakat

    Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu: “Game Changer” Pemerataan Akses Digital Nasional di Indonesia

  • Orang tua mendampingi anak menggunakan gawai secara bijak dalam konsep smart digital parenting untuk membangun ruang digital yang aman.

    Menjembatani Kesenjangan Generasi Siber: Mengapa ‘Smart Digital Parenting’ Menjadi Kunci di Era Dominasi Gen Z?

  • Investor miliarder Bill Ackman dari Pershing Square melakukan investasi besar di saham Microsoft (MSFT) karena valuasi yang menarik.

    Analisis Strategis: Mengapa Bill Ackman Beli Saham Microsoft di Tengah Gejolak Pasar Teknologi?

  • harga saham Cloudflare (NET) setelah laporan kuartal pertama 2026 yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan

    Proyeksi Pertumbuhan Melambat, Saham Cloudflare Anjlok 15% di Tengah Ambisi AI

  • Logo Wikipedia di atas layar smartphone dengan latar belakang gedung kementerian, menggambarkan proses pendaftaran PSE di Indonesia

    Wikipedia dan Dilema Privasi: Langkah Besar Wikimedia Daftar PSE ke Komdigi

Deal Channel
  • Indeks
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Karir
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

Social Network

  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • Tumblr
  • Stumbleupon
  • WordPress
  • Instagram
  • >Dribbble
  • Vimeo
  • Linkedin
  • Deviantart
  • Myspace
  • Skype
  • Youtube
  • Picassa
  • Flickr
  • RSS
Non AMP Version
By deal-channel.com @ 2026
Deal Channel
  • Deal Channel
  • Fokus Utama
  • Gender
  • Nasional
  • Regional
  • Paralegal
  • Kursus Hukum
  • Profil
  • Resensi
  • Ekbis
  • Wawancara
  • ZIQWAF
    • Khutbah / Ceramah
  • Olahraga
  • RILEKS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
  • DOWNLOAD EBOOK
Exit mobile version