DEAL TECHNO | BENGALURU – Saham Cloudflare Inc (NET) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat (8/5/2026) setelah perusahaan penyedia layanan keamanan dan jaringan tersebut merilis perkiraan pendapatan yang meleset dari ekspektasi pasar. Meskipun mencatatkan kinerja kuartal pertama yang melampaui target, proyeksi perlambatan pertumbuhan di kuartal mendatang memicu kekhawatiran investor yang sebelumnya bertaruh besar pada keuntungan dari sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).
Contents
Kinerja Kuartal I yang Solid Terbayangi Proyeksi Lemah
Pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, Cloudflare sebenarnya menunjukkan performa yang cukup impresif. Perusahaan melaporkan pendapatan sebesar USD 639,8 juta, tumbuh 34% dibandingkan tahun lalu (year-over-year), dan melampaui perkiraan analis yang berada di angka USD 620,8 juta. Laba per saham (EPS) non-GAAP juga tercatat sebesar USD 0,25, lebih tinggi dari konsensus sebesar USD 0,23.
Namun, euforia tersebut segera meredup setelah Cloudflare merilis panduan untuk kuartal kedua. Perusahaan memproyeksikan pendapatan antara USD 664 juta hingga USD 665 juta, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar USD 666,1 juta. Proyeksi ini mengindikasikan pertumbuhan tahunan sekitar 30%, melambat dibandingkan capaian 34% pada kuartal sebelumnya.
PHK Massal dan Transisi ke Model “Agentic AI”
Dalam langkah yang mengejutkan, Cloudflare juga mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja sekitar 20% atau sekitar 1.100 karyawan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan menuju model operasional yang disebut sebagai “agentic AI-first”.
CEO Cloudflare, Matthew Prince, menyatakan bahwa penggunaan alat AI internal telah meningkatkan produktivitas secara signifikan, sehingga perusahaan perlu menyelaraskan struktur organisasi dengan realitas teknologi baru ini. Meski langkah ini dimaksudkan untuk efisiensi jangka panjang, para analis memperingatkan bahwa restrukturisasi besar-besaran dapat mengganggu momentum pertumbuhan dalam jangka pendek.
Margin Keuntungan Tertekan Biaya Infrastruktur AI
Salah satu poin yang paling disoroti investor adalah penurunan margin kotor (gross margin) non-GAAP yang menyentuh level terendah dalam sejarah perusahaan, yakni 72,8%. Angka ini turun cukup tajam dari 77,1% pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan margin ini dipicu oleh dua faktor utama:
- Peningkatan Biaya Infrastruktur: Besarnya investasi pada kapasitas jaringan dan hardware pendukung AI mulai membebani neraca keuangan.
- Pergeseran Produk: Adanya pergeseran trafik dari layanan gratis ke berbayar serta pertumbuhan pesat pada platform pengembang (developer tools) yang secara historis memiliki margin lebih rendah dibandingkan produk keamanan inti.
Reaksi Pasar dan Pandangan Analis
Pasar merespons laporan ini dengan aksi jual besar-besaran. Harga saham Cloudflare anjlok lebih dari 15% dalam perdagangan pra-pasar. Hal ini mencerminkan tingginya ekspektasi investor setelah saham NET menguat 43% sejak laporan kuartal sebelumnya pada Februari lalu.
“Ekspektasi pasar terhadap Cloudflare sangat tinggi, terutama terkait bagaimana AI akan langsung mendongkrak pendapatan,” ujar seorang analis dari Jefferies. “Ketika proyeksi pertumbuhan justru melambat dan margin tergerus oleh biaya infrastruktur, investor cenderung melakukan ambil untung dan mengevaluasi kembali valuasi perusahaan.”
Meskipun demikian, beberapa analis tetap optimis. Cloudflare mencatat penambahan lebih dari 1 juta pengembang baru di kuartal ini dan melihat peningkatan penggunaan AI internal sebesar 600%. Hal ini menunjukkan bahwa pondasi teknologi perusahaan masih sangat relevan di masa depan.
Kesimpulan
Laporan keuangan Cloudflare Mei 2026 menjadi pengingat bagi industri teknologi bahwa adopsi AI tidak selalu memberikan keuntungan instan secara finansial. Meskipun potensi jangka panjangnya sangat besar, tantangan berupa biaya infrastruktur yang membengkak dan perlambatan pertumbuhan pendapatan sementara tetap menjadi risiko nyata yang harus diwaspadai oleh para investor.
Kini, fokus pasar akan tertuju pada bagaimana Cloudflare mengeksekusi rencana “agentic AI” mereka dan apakah efisiensi dari PHK massal tersebut mampu memulihkan margin keuntungan di paruh kedua tahun 2026. (wam)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G






