DEAL PROFIL | Kesawan, sebuah kawasan di jantung kota Medan, Sumatera Utara, menawarkan jejak sejarah yang kaya dan pesona budaya yang menawan. Sebagai salah satu kota tua yang masih bertahan di Indonesia, Kesawan memancarkan aura nostalgia yang mengundang wisatawan dan warga lokal untuk merasakan atmosfer masa lampau.
Dikenal dengan arsitektur kolonial yang megah, Kesawan menyimpan berbagai bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Salah satu ikon dari kawasan ini adalah Tjong A Fie Mansion, rumah megah yang dibangun pada awal abad ke-20 oleh seorang saudagar Tionghoa terkemuka, Tjong A Fie. Rumah ini kini menjadi museum yang mengisahkan kehidupan dan kontribusi Tjong A Fie bagi perkembangan kota Medan.
Menurut Alim Thonthowi, seorang pengamat sejarah hukum dari Universitas Asahan Kisaran Sumatera Utara, Kesawan adalah cermin dari keragaman budaya yang ada di Medan. “Di Kesawan, kita bisa melihat bagaimana berbagai budaya – Melayu, Tionghoa, India, dan Eropa – berpadu dengan harmonis dalam arsitektur, kuliner, dan kehidupan sehari-hari. Ini adalah bukti nyata dari pluralisme yang ada di kota ini,” jelas Alim.
Kawasan Kesawan juga dikenal sebagai surganya para pencinta kuliner. Kesawan Square menjadi pusat kegiatan malam yang ramai dengan berbagai penjaja makanan tradisional hingga modern. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Soto Kesawan, soto khas Medan yang kaya akan rempah dan cita rasa yang lezat.
Tidak hanya itu, Kesawan juga menjadi pusat seni dan budaya. Gedung Balai Kota Lama, yang kini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, sering mengadakan berbagai acara seni, mulai dari pameran lukisan hingga pertunjukan musik tradisional. Ini menjadikan Kesawan sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman budaya yang mendalam.
Bagi mereka yang tertarik dengan arsitektur, berjalan-jalan di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang terkenal di Kesawan adalah sebuah perjalanan visual yang memukau. Gedung-gedung tua dengan gaya arsitektur kolonial Belanda berdiri kokoh, menawarkan pemandangan yang Instagrammable dan penuh cerita.
Wisatawan seperti Rina (29), yang baru-baru ini mengunjungi Kesawan, mengungkapkan kekagumannya. “Saya terpesona dengan keindahan dan keaslian tempat ini. Setiap sudutnya seolah membawa kita kembali ke masa lalu. Ini adalah tempat yang sempurna untuk belajar sejarah sambil menikmati keindahan kota,” katanya.
Namun, di balik pesonanya, Kesawan juga menghadapi tantangan. Banyak bangunan bersejarah yang membutuhkan perawatan dan restorasi untuk menjaga keasliannya. Upaya pelestarian sedang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah kota Medan dan komunitas lokal yang peduli dengan warisan budaya mereka.
Kesawan, dengan segala keindahan dan kekayaan sejarahnya, adalah permata kota Medan yang patut dijaga dan dilestarikan. Kawasan ini bukan hanya menawarkan pandangan ke masa lalu, tetapi juga menjadi simbol dari kekayaan budaya dan keragaman yang ada di kota Medan. Dengan dukungan dan perhatian yang tepat, Kesawan akan terus menjadi destinasi yang memikat hati dan menginspirasi banyak orang, baik lokal maupun mancanegara. (ath)






