DEAL PALEMBANG | Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana di Palembang, hidangan spesial yang jarang ditemukan di meja makan keluarga urban kota besar pun dihidangkan: Jengkol Goreng Sambalado. Tidak banyak yang tahu bahwa di balik aromanya yang khas dan kuat, tersimpan cita rasa yang menggugah selera serta cerita kuliner yang kaya akan sejarah dan budaya.
Jengkol, meskipun terkenal dengan bau menyengatnya, memiliki tempat istimewa di hati para pecinta kuliner Nusantara. Begitu juga dengan keluarga Pak Alim yang selalu menyajikan hidangan ini sebagai menu andalan saat makan malam. Malam itu, aroma jengkol yang digoreng dengan sempurna menyatu dengan wangi sambalado yang pedas dan menggoda, menciptakan atmosfer hangat dan penuh keakraban di meja makan.
Sebelum jengkol diolah, Pak Alim merendamnya selama beberapa jam. Proses ini penting untuk mengurangi bau dan mengurangi rasa pahit, menghasilkan tekstur yang lembut namun tetap kenyal. Setelah itu, jengkol diiris tipis dan digoreng hingga berwarna keemasan. Sementara itu, Ibu Widi sibuk mengulek sambalado—campuran cabai merah segar, bawang merah, bawang putih, dan sedikit terasi—yang membuat sambal ini memiliki cita rasa pedas yang kuat dan aroma yang harum.
Saat hidangan ini tersaji, setiap anggota keluarga pun segera menyendokkan nasi hangat ke piring mereka, diikuti dengan potongan jengkol goreng dan siraman sambalado di atasnya. Suapan pertama selalu diiringi dengan ekspresi puas dan kekaguman. Rasa gurih jengkol berpadu dengan pedasnya sambalado, menciptakan sensasi rasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Bagi keluarga Pak Alim, jengkol goreng sambalado bukan sekadar makanan. Ini adalah warisan kuliner yang mengingatkan mereka pada kampung halaman dan kenangan masa kecil. Setiap gigitan membawa cerita tentang kebersamaan dan tradisi yang terus dijaga, meskipun berada di tengah hiruk-pikuk kota besar.
Di tengah tren kuliner modern dan makanan cepat saji, jengkol goreng sambalado tetap menjadi bukti kekayaan kuliner Indonesia yang tidak lekang oleh waktu. Malam itu, sekali lagi, hidangan sederhana ini berhasil menyatukan keluarga dalam kehangatan dan kebersamaan, memperkuat ikatan dan memberikan kenangan manis yang akan selalu dikenang. (ath)








