DEAL BALI | Suasana hangat dan penuh semangat, Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada (20/5) Senin pagi. Acara bergengsi ini dihadiri oleh para pemimpin dunia, pakar air, dan aktivis lingkungan dari berbagai negara, menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian global dalam upaya mengatasi tantangan air di abad ke-21.
KTT World Water Forum, yang pertama kali diadakan pada tahun 1997, merupakan platform internasional terbesar untuk membahas isu-isu terkait air, termasuk pengelolaan sumber daya air, akses air bersih, dan perubahan iklim. Tahun ini, dengan tema “Water for Shared Prosperity,” forum ini menyoroti pentingnya kerjasama global dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air demi kesejahteraan bersama.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kerjasama internasional dan aksi nyata dalam menghadapi krisis air yang semakin mendesak. “Kita semua harus menyadari bahwa air adalah sumber daya yang sangat berharga dan tak tergantikan. Krisis air bukan hanya masalah satu negara, tetapi masalah kita semua. Oleh karena itu, kita harus bersatu dan bekerja bersama untuk menemukan solusi yang berkelanjutan,” ujar Presiden Jokowi dengan penuh semangat.
Presiden Jokowi juga menyoroti langkah-langkah yang telah diambil Indonesia dalam mengatasi tantangan air, termasuk program revitalisasi sungai, pembangunan infrastruktur air bersih, dan inisiatif konservasi air. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan negara lain untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
KTT World Water Forum ke-10 ini dihadiri oleh lebih dari 10.000 peserta dari 170 negara, termasuk kepala negara, menteri, ilmuwan, dan aktivis lingkungan. Selama lima hari ke depan, peserta akan terlibat dalam berbagai diskusi, lokakarya, dan pameran yang bertujuan untuk membahas dan mempromosikan solusi inovatif dalam pengelolaan air.
Salah satu sesi utama pada hari pertama adalah panel diskusi yang dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia, termasuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, dan Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay. Diskusi ini difokuskan pada bagaimana kerjasama internasional dapat mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait air.
Selain itu, forum ini juga menjadi ajang untuk memamerkan teknologi terbaru dalam pengelolaan air, seperti sistem pemurnian air yang efisien, teknologi irigasi cerdas, dan aplikasi digital untuk monitoring sumber daya air. Pameran ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan solusi air yang inovatif. (ath/setneg)






