Perusahaan teknologi menghadapi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada Januari 2024. Meski saham beberapa perusahaan, seperti Alphabet, Meta, dan Microsoft, mencapai rekor baru, PHK tetap terjadi. Layoffs.fyi mencatat bahwa sepanjang bulan ini, 23.670 pekerja telah di-PHK dari 85 perusahaan teknologi.
CEO eBay, Jamie Iannone, menjelaskan bahwa PHK dapat membantu perusahaan menjadi lebih efisien dan responsif. Google dan Amazon adalah contoh perusahaan besar yang melakukan pemotongan pekerjaan. Google memangkas ratusan pekerja, sementara Amazon menghilangkan posisi di divisi Prime Video, MGM Studios, Twitch, dan Audible.
Unity dan Discord juga mengumumkan pemotongan staf, dengan Unity merencanakan pengurangan sekitar 25% dan Discord merumahkan 17% karyawan.
Gelombang PHK di Industri Teknologi Sejak 2022
Puncak gelombang PHK terjadi pada Januari 2022, ketika 277 perusahaan teknologi memotong hampir 90.000 pekerjaan. Penyesuaian terhadap pasar yang berakhirnya tren bullish menyebabkan sejumlah perusahaan mengadopsi strategi efisiensi.
Meta, misalnya, mengumumkan “tahun efisiensi” pada 2023 dan melakukan PHK terhadap 20.000 karyawan, yang meningkatkan saham mereka hingga hampir 200%. Kehebohan AI juga menjadi faktor, dengan beberapa perusahaan beralih ke teknologi cerdas, mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia.
CEO perusahaan seperti Microsoft Gaming dan SAP menjelaskan PHK mereka sebagai bagian dari rencana eksekusi atau restrukturisasi untuk meningkatkan fokus pada pertumbuhan strategis. CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyampaikan bahwa perusahaan harus membuat pilihan sulit untuk menciptakan kapasitas investasi.
Beberapa perusahaan, seperti Meta dan Salesforce, berhasil mendapatkan keuntungan setelah pemotongan besar-besaran pada tahun sebelumnya. Salesforce memangkas 10% tenaga kerja pada Januari 2023, yang diikuti dengan kenaikan saham hampir dua kali lipat. Peningkatan performa juga terjadi pada Meta setelah pemotongan besar-besaran.
Nigel Vaz, CEO Publicis Sapient, mencatat bahwa perusahaan mungkin mencari keuntungan serupa dengan Meta dan Salesforce setelah melakukan pemotongan biaya besar-besaran.
Dalam menghadapi tantangan ini, perusahaan teknologi terus beradaptasi dan mencari cara untuk tetap efisien di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi.






