DEAL EKBIS | Harga saham PT. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) pada penutupan Selasa (16/05) kemarin jatuh hingga auto reject bawah (ARB) ke level 1,600 perlembar atau turun 6,98% dari harga penutupan sebelumnya, setelah kelompok peretas LockBit ransomware melakukan publikasi data nasabah bank BSI di dark web.
ARB adalah kondisi yang menggambarkan harga suatu saham saat mengalami penurunan secara bertahap dan signifikan dalam periode waktu tertentu.
Informasi publikasi data bank BSI tersebut diungkap oleh akun twitter @darktracer_int melalui cuitannya :
“The negotiation period has ended, and the LockBit ransomware group has finally made all the stolen data from Bank Syariah Indonesia public on the dark web.”
“Masa negosiasi telah berakhir, dan kelompok LockBit ransomware akhirnya mempublikasikan semua data yang dicuri dari Bank Syariah Indonesia ke dunia maya.”
Akun @darktracer_int juga mengunggah foto beberapa daftar file yang dipublikasikan dan pernyataan dari hacker LockBit ransomware.
Dalam pernyataannya, LocbkBit ransomware meminta kepada nasabah untuk berhenti menggunakan layanan bank BSI karena menurut mereka bank BSI tidak bertanggung jawab dan kompeten dalam melindungi uang dan informasi pribadi dari nasabahnya.
Pihak PT.Bank Syariah Indonesia, Tbk. Menyatakan bahwa data dan dana para nasabahnya dalam kondisi aman. Pernyataan ini merupakan respon dari isu kebocoran data akibat serangan siber yang melanda BSI beberapa waktu ke belakang.
Corporate Secretary BSI Gunawan A.Hartoyo menegaskan, saat ini data dan dana nasabah BSI dalam kondisi aman sehingga para nasabah dapat bertransaksi secara normal dan aman.
“Dapat kami sampaikan bahwa kami memastikan data dan dana nasabah aman, serta aman dalam bertransaksi. Kami berharap nasabah tetap tenang karena kami memastikan data dan dana nasabah aman, serta aman dalam bertransaksi. Kami jugaakan bekerjasama dengan otoritas terkait dengan isu kebocoran data,” kata Gunawan, dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (16/05) kemarin.
Harga saham bank BSI telah anjlok mencapai 11,60% dari Rp1.810 menjadi Rp1.600 dalam dua hari terakhir. (alfi)






