Blangkon, Simbol Budaya yang Tetap Hidup di Yogyakarta

Seorang pria tampak dari belakang mengenakan blangkon hijau bercorak emas khas gaya Yogyakarta di keramaian kota.
Blangkon gaya Yogyakarta tetap menjadi penutup kepala tradisional yang sarat nilai tata krama.

DEAL PROFIL | Blangkon menjadi salah satu ciri khas budaya Jawa yang masih mudah ditemukan di Yogyakarta. Bagi masyarakat setempat, benda ini bukan sekadar penutup kepala, tetapi juga bagian dari pakaian tradisional dan identitas budaya.

Blangkon biasanya dikenakan dalam berbagai kegiatan adat, acara resmi, pertunjukan seni, hingga kegiatan yang berkaitan dengan tradisi Keraton Yogyakarta. Bentuknya yang khas membuat blangkon mudah dikenali sebagai bagian dari busana Jawa.

Read More

Salah satu ciri blangkon gaya Yogyakarta adalah bagian belakang yang berbentuk menonjol, dikenal dengan sebutan mondholan. Bentuk ini menjadi salah satu karakter yang membedakannya dari blangkon gaya daerah lain di Jawa.

Dahulu, blangkon lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh kaum laki-laki Jawa. Seiring perubahan zaman, pemakaiannya semakin banyak ditemukan dalam kegiatan budaya dan acara tertentu.

Di balik bentuknya, blangkon juga menyimpan nilai tata krama. Cara mengenakannya yang rapi sering dikaitkan dengan sikap tertib, sopan dan menghormati tradisi.

Tidak hanya memiliki nilai budaya, blangkon juga menjadi sumber penghasilan bagi para perajin. Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan khusus dan ketelitian agar bentuknya sesuai dengan karakter yang diinginkan.

Bagi wisatawan, blangkon bahkan menjadi salah satu pilihan oleh-oleh dari Yogyakarta. Pembelian tersebut secara tidak langsung membantu menjaga keberlangsungan usaha para perajin.

Tantangannya adalah bagaimana membuat blangkon tetap menarik bagi generasi muda. Perubahan gaya hidup membuat pakaian tradisional tidak lagi digunakan sesering masa lalu.

Karena itu, inovasi menjadi penting. Blangkon dapat dikembangkan sebagai bagian dari fesyen modern tanpa menghilangkan ciri dan nilai tradisionalnya.

Bagi Yogyakarta, mempertahankan blangkon berarti menjaga salah satu warisan budaya yang masih hidup. Selama perajin terus membuatnya dan masyarakat tetap mengenakannya, blangkon akan tetap menjadi bagian dari identitas Yogyakarta di tengah perubahan zaman. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? Please solve:Captcha