Semangat Swadaya: Kekompakan Warga Marihat Tengah Serbelawan Membangun dan Merawat Kampung Sendiri

Dokumentasi warga Marihat Tengah Serbelawan melakukan gotong royong dan pengerasan jalan secara swadaya untuk merawat kampung sendiri.
Semangat kebersamaan warga Marihat Tengah, Kelurahan Serbelawan, saat melaksanakan agenda gotong royong mingguan demi memperbaiki infrastruktur jalan desa.

DEAL RILEKS | Komitmen dan solidaritas yang ditunjukkan oleh warga Marihat Tengah Serbelawan, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, dalam membangun serta membenahi infrastruktur daerahnya kian memperlihatkan hasil nyata. Melalui aksi yang terorganisir dengan baik, masyarakat setempat membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk memiliki fasilitas publik yang layak dan memadai.

Kekompakan yang solid ini tercermin dari agenda gotong royong yang telah bertransformasi menjadi sebuah rutinitas mingguan. Pada hari Minggu (28/6/2026), masyarakat kembali berkumpul dan turun ke lapangan guna melanjutkan program pembenahan lingkungan yang berfokus pada akses transportasi lokal.

Read More

Manajemen Pendanaan Mandiri Melalui Inovasi Digital dan Celengan Warga

Salah satu aspek yang paling menonjol dari gerakan kolektif masyarakat di Marihat Tengah (Marteng) adalah kemandirian dalam sektor finansial. Guna memastikan seluruh program pembangunan berjalan tanpa hambatan, proses penggalangan dana dilakukan secara berkelanjutan melalui dua metode utama yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.

Optimalisasi Grup WhatsApp sebagai Wadah Komunikasi

Masyarakat memanfaatkan teknologi komunikasi digital dengan membentuk grup koordinasi di aplikasi WhatsApp. Wadah ini berfungsi efektif untuk menyebarkan informasi perkembangan wilayah, transparansi anggaran, sekaligus mempermudah para donatur—baik yang menetap di desa maupun yang berada di luar daerah—untuk menyalurkan kontribusi finansial mereka secara cepat dan akurat.

Metode Celengan Infaq Perbaikan Jalan

Selain jalur digital, panitia lokal juga menerapkan pendekatan tradisional yang sangat menyentuh akar rumput. Pengurus menyebarkan celengan infaq khusus perbaikan jalan yang dititipkan langsung di rumah-rumah warga setempat. Metode ini memberikan kesempatan bagi setiap kepala keluarga untuk berkontribusi secara sukarela setiap harinya demi kepentingan bersama dalam perbaikan sarana dan prasarana umum di wilayah Marteng.

Keberlanjutan Program: Dari Pengerasan Jalan hingga Perawatan Berkala

Aksi gotong royong yang dilaksanakan kali ini merupakan bagian dari garis waktu proyek yang sudah direncanakan sebelumnya oleh masyarakat. Fokus kerja bakti kali ini diarahkan pada aspek pemeliharaan agar infrastruktur yang telah dibangun dengan biaya swadaya dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Salah seorang tokoh masyarakat sekaligus warga Marteng, Taufiq Saragih, menjelaskan alur pengerjaan infrastruktur tersebut. Ia memaparkan bahwa tindakan preventif berupa perawatan jalan sangat penting dilakukan pasca-pembangunan fisik utama selesai dilaksanakan.

“Setelah dua minggu lalu kita mengerjakan agenda pengerasan jalan dengan cor beton, hari ini kita lanjutkan dengan perawatan jalan. Hal ini penting agar jalan yang kita bangun dapat terus kita nikmati manfaatnya secara jangka panjang,” ujar Taufiq Saragih di sela-sela aktivitas gotong royong.

Apresiasi dan Transparansi Kepada Para Donatur

Dalam kesempatan yang sama, Taufiq Saragih juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mengorbankan materi, waktu, serta tenaga demi kelancaran proyek fasilitas umum ini. Bagi pihak pengelola, keterlibatan donatur secara ikhlas merupakan motor penggerak utama yang menjaga eksistensi gerakan swadaya ini tetap hidup.

Menumbuhkan Rasa Memiliki Terhadap Fasilitas Publik

Gerakan mandiri yang diinisiasi oleh masyarakat Marihat Tengah ini menjadi sebuah contoh konkret mengenai pentingnya menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap aset publik. Ketika fasilitas umum dibangun dari keringat dan swadaya masyarakat itu sendiri, maka kesadaran untuk menjaga dan merawatnya akan tumbuh secara alami tanpa perlu instruksi yang kaku.

Pengerjaan jalan yang dilakukan secara bertahap ini tidak hanya meningkatkan mobilitas ekonomi dan sosial antarwarga, namun juga mempererat tali silaturahmi antar-tetangga yang berkumpul setiap pekannya. Di akhir penjelasannya, Taufiq kembali menegaskan sebuah pesan penting yang menjadi prinsip dasar pergerakan warga lokal dalam memajukan tanah kelahiran mereka.

“Mari kita bangun kampung sendiri dan rawat jalan untuk kemudahan kita bersama,” ajak Taufiq Saragih secara akrab menutup pernyataannya. (TS/Red)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel

Related posts