DEAL GENDER | Fajar baru saja menyingsing di wilayah Pattani, namun aktivitas ekonomi sudah mulai menggeliat. Di pasar-pasar tradisional, perempuan-perempuan tampak sibuk menata dagangan di lapak sederhana. Ada yang menjajakan kue tradisional, hasil kebun, hingga kerajinan tangan. Bagi mereka, berdagang bukan sekadar rutinitas harian, melainkan cara menjaga keberlangsungan hidup.
Di kawasan Thailand Selatan seperti Pattani, Yala, dan Narathiwat, perempuan memegang peran penting dalam ekonomi keluarga. Dalam situasi sosial yang tidak selalu stabil, banyak dari mereka mengambil tanggung jawab lebih besar sebagai penopang rumah tangga. Ketika sebagian laki-laki bekerja di luar daerah atau terdampak kondisi keamanan, perempuan hadir sebagai penggerak utama ekonomi keluarga.
Di balik kesibukan pasar, tersimpan kisah ketekunan yang tidak selalu terlihat. Produk yang mereka jual umumnya diolah dari bahan sederhana, dengan cara-cara tradisional yang diwariskan turun-temurun. Kue berbahan dasar beras dan kelapa, kain khas Melayu, hingga anyaman tangan menjadi bagian dari identitas ekonomi lokal. Usaha kecil dan menengah menjadi pilihan paling realistis untuk bertahan di tengah keterbatasan.
Identitas budaya Melayu-Muslim yang kuat juga memberi warna tersendiri dalam aktivitas ekonomi ini. Bahasa, tradisi, dan nilai-nilai sosial seperti kebersamaan dan kerja keras membentuk karakter perempuan Pattani dalam menjalankan usaha mereka. Aktivitas berdagang bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga bagian dari menjaga tradisi dan hubungan sosial di tengah komunitas.
Meski demikian, perjalanan mereka tidak selalu mudah. Keterbatasan akses permodalan, pasar yang sempit, serta kondisi keamanan yang kadang berubah-ubah menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Banyak dari mereka mengandalkan pelanggan tetap di lingkungan sekitar, dengan keuntungan yang tidak besar namun cukup untuk bertahan.
Namun di tengah berbagai kendala, semangat untuk terus bergerak tidak pernah padam. Perempuan-perempuan ini menciptakan ruang ekonomi sendiri, sering kali dimulai dari rumah hingga akhirnya berkembang ke pasar-pasar lokal. Dari usaha kecil itulah mereka menjaga keberlangsungan keluarga sekaligus menghidupkan ekonomi komunitas.
Peran perempuan dalam kehidupan Pattani sejatinya bukan hal baru. Sejarah mencatat bahwa wilayah ini pernah dipimpin oleh tokoh-tokoh perempuan yang berpengaruh. Kini, peran itu hadir dalam bentuk yang lebih sederhana namun tidak kalah penting—melalui aktivitas ekonomi sehari-hari yang menopang kehidupan banyak orang.
Menjelang siang, suasana pasar semakin ramai. Interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung akrab, tanpa sekat formalitas. Transaksi sederhana itu menyimpan makna yang lebih luas: tentang daya tahan, harga diri, dan semangat untuk terus melangkah.
Di Pattani, denyut ekonomi tidak selalu terlihat dalam skala besar. Ia justru hidup dalam aktivitas kecil yang dilakukan secara konsisten. Di tangan perempuan-perempuan yang setia menjaga lapak mereka, harapan terus dirawat—pelan, tetapi pasti. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G








