DEAL FOKUS | Antara tradisi religius, denyut ekonomi, dan budaya berbuka di kota suci. Di kawasan pusat Kota Mekkah, terutama di sekitar Masjidil Haram, atmosfer Ramadhan tidak hanya tercermin dari padatnya jamaah yang beribadah atau lantunan ayat suci yang menggema di pelataran masjid. Kehidupan Ramadhan juga terasa dari geliat pasar-pasar kurma yang setiap hari dipenuhi pembeli. Di tempat-tempat inilah kurma tampil sebagai komoditas utama yang paling dicari selama bulan suci.
Sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka puasa, deretan kios yang menjual kurma dipadati pengunjung. Para pedagang menata buah-buah kurma dalam kotak besar maupun kemasan transparan yang menarik perhatian pembeli. Aroma manis khas kurma memenuhi lorong-lorong pasar, menciptakan suasana yang menjadi ciri khas perdagangan Ramadhan di kota suci tersebut.
Ramadhan memang menjadi periode paling sibuk bagi para pedagang kurma di Arab Saudi. Tradisi berbuka dengan kurma yang telah berlangsung sejak masa Nabi Muhammad menjadikan buah ini sebagai menu utama saat berbuka puasa bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Contents
Kurma sebagai Tradisi Berbuka
Bagi umat Islam, kurma tidak sekadar buah yang dikonsumsi untuk mengganjal perut setelah seharian berpuasa. Ia memiliki nilai religius yang kuat karena dianjurkan sebagai makanan pembuka puasa. Itulah sebabnya hampir setiap rumah tangga di Arab Saudi maupun para jamaah umrah yang datang ke Mekkah selalu menyediakan kurma sebagai hidangan pertama saat azan magrib berkumandang.
Kebiasaan tersebut menyebabkan permintaan kurma meningkat tajam setiap Ramadhan. Para pedagang di pasar-pasar Mekkah mengakui bahwa penjualan kurma melonjak sejak awal bulan puasa hingga menjelang Idulfitri. Bahkan secara nasional, sebagian besar konsumsi kurma tahunan di Arab Saudi terjadi selama bulan Ramadhan.
Lonjakan kebutuhan ini menjadikan pasar kurma sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi musiman yang paling semarak di kota suci tersebut.
Ragam Kurma dari Berbagai Wilayah
Salah satu hal yang membuat pasar kurma di Mekkah menarik adalah keberagaman jenis kurma yang dijual. Pedagang menawarkan berbagai varietas unggulan yang berasal dari berbagai daerah di Arab Saudi maupun kawasan Timur Tengah.
Beberapa jenis kurma yang paling populer di kalangan pembeli antara lain Sukkari, yang dikenal dengan rasa manisnya yang kuat; Ajwa, kurma premium yang identik dengan Madinah; Kholas dengan cita rasa karamel; Sagai yang memiliki tekstur lembut dengan warna khas; serta Barhi yang sering dijual dalam kondisi lebih segar.
Harga kurma di pasar bervariasi, bergantung pada jenis, kualitas, dan kemasannya. Kurma premium seperti Sukkari biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan varietas lain yang lebih umum.
Di sejumlah kios, pembeli bahkan diperbolehkan mencicipi kurma sebelum memutuskan untuk membeli. Tradisi tawar-menawar juga masih menjadi bagian dari transaksi di pasar-pasar tradisional, terutama bagi pembeli yang membeli dalam jumlah besar untuk oleh-oleh.
Peran Jamaah Umrah dalam Perdagangan Kurma
Ramadhan juga menjadi musim meningkatnya kedatangan jamaah umrah dari berbagai negara. Kehadiran mereka memberi pengaruh besar terhadap aktivitas perdagangan di pasar kurma.
Banyak jamaah membeli kurma tidak hanya untuk dikonsumsi selama menjalankan ibadah di Mekkah, tetapi juga untuk dibawa pulang sebagai buah tangan bagi keluarga dan kerabat di tanah air. Untuk memenuhi kebutuhan ini, para pedagang menyediakan berbagai pilihan kemasan, mulai dari paket kecil hingga kotak premium yang dirancang khusus sebagai oleh-oleh.
Pemandangan di pasar pun mencerminkan keberagaman dunia Islam. Jamaah dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika terlihat berbaur memilih jenis kurma yang mereka sukai.
Industri Kurma yang Bernilai Global
Di balik aktivitas perdagangan di pasar-pasar lokal Mekkah, kurma sebenarnya merupakan bagian dari industri global yang bernilai besar. Negara-negara di kawasan Timur Tengah menjadi produsen utama kurma dunia, dengan Arab Saudi sebagai salah satu pemain penting dalam produksi dan distribusi komoditas tersebut.
Setiap bulan Ramadhan, peningkatan konsumsi kurma tidak hanya terjadi di negara-negara Arab, tetapi juga di berbagai negara dengan populasi Muslim besar. Hal ini membuat perdagangan kurma berkembang menjadi bisnis internasional dengan nilai ekonomi yang sangat besar.
Pertemuan antara Ibadah dan Aktivitas Ekonomi
Menjelang waktu berbuka puasa, aktivitas di pasar kurma perlahan mereda. Para pedagang mulai menutup kios mereka, sementara para pembeli bergegas menuju Masjidil Haram untuk mengikuti berbuka puasa bersama.
Sebagian dari mereka membawa kotak-kotak kurma yang baru saja dibeli, buah yang dalam beberapa menit lagi akan disantap saat azan magrib berkumandang.
Di Mekkah, pasar kurma bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Ia menjadi gambaran nyata tentang bagaimana tradisi keagamaan, budaya, dan kegiatan ekonomi saling bertemu selama bulan Ramadhan. Dalam keramaian pasar dan aroma manis kurma yang menyebar di udara, kota suci itu menghadirkan kisah sederhana tentang buah yang telah menjadi bagian dari pengalaman spiritual umat Islam selama berabad-abad. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G






