DEAL PROFIL | Dua pekan telah berlalu sejak banjir besar dan rangkaian tanah longsor mengguncang Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Namun, jejak bencana masih melekat kuat di setiap sudut wilayah. Suasana yang biasanya ramai oleh aktivitas pesisir kini berubah menjadi pemandangan yang mencerminkan perjuangan, kelelahan, sekaligus keteguhan warga untuk bangkit dari kondisi terpuruk.
Memasuki kawasan Pandan, aroma lumpur yang bercampur air laut dan material longsor masih cukup pekat di udara. Di sepanjang jalan utama, tumpukan puing rumah, batang kayu, seng, dan perabotan rusak menumpuk di pinggir jalan menunggu diangkut petugas. Beberapa warga terlihat memilah barang-barang yang mungkin masih layak digunakan—meski hanya secuil kenangan masa lalu yang tersisa dari rumah yang tersapu banjir.
Di kawasan pesisir dekat Pantai Pandan, gelombang laut tampak tenang, namun garis pantai menunjukkan bekas erosi berat. Pondasi beberapa rumah yang berdiri dekat bibir pantai tampak menggantung nyaris roboh, memperlihatkan betapa kuatnya arus air yang menghantam wilayah ini saat malam bencana. Warga masih berhati-hati ketika melintas, khawatir ada tanah yang tiba-tiba amblas.
Bergeser ke Kota Sibolga, suasana tidak jauh berbeda. Jalanan yang biasanya menjadi jalur utama perdagangan masih ditutupi sisa lumpur yang mengering. Beberapa ruko membuka pintu dengan hati-hati, hanya untuk mendapati lantai yang retak, pintu yang tak lagi bisa ditutup sempurna, serta mesin usaha yang rusak total. Para pedagang kecil kini lebih sering duduk di depan toko daripada berjualan, memandangi kerugian yang belum bisa mereka taksir.
Kawasan perbukitan seperti Simare-mare dan Aylian menunjukkan dampak paling dramatik. Dinding-dinding bukit terkelupas, memperlihatkan tanah coklat yang masih basah. Jalur yang tertutup longsor kini mulai dibuka, tetapi alat berat bekerja siang dan malam untuk memastikan tidak ada longsor susulan. Rumah-rumah yang berada di zona rawan telah dikosongkan, beberapa di antaranya miring atau retak parah, tidak lagi aman untuk dihuni.
Namun di balik kehancuran itu, denyut kehidupan perlahan muncul kembali. Di beberapa titik pengungsian, anak-anak tampak bermain dengan riang meski fasilitas seadanya. Warga dewasa bergotong royong membersihkan jalan, mengangkut lumpur, dan memperbaiki bagian-bagian rumah yang masih bisa diselamatkan. Di pasar tradisional, beberapa pedagang mulai menjual kebutuhan pokok meski harga naik akibat keterbatasan pasokan.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan organisasi masyarakat masih aktif bekerja. Mereka mendirikan tenda-tenda tambahan, menyalurkan logistik, serta membantu pemeriksaan kesehatan warga. Tim psikososial turut hadir memberikan pendampingan terutama kepada anak-anak dan perempuan yang mengalami trauma. “Yang paling penting sekarang adalah menjaga semangat masyarakat agar tidak patah. Fase ini adalah fase pemulihan panjang,” ujar seorang petugas lapangan.
Pemerintah daerah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga telah menetapkan status tanggap darurat diperpanjang mengingat banyak rumah dan infrastruktur masih dalam tahap perbaikan. Pemetaan ulang kawasan rawan longsor sedang dilakukan, disertai rencana relokasi bagi warga yang tinggal di lereng-lereng berbahaya. Sementara itu, para ahli geologi, tata ruang, dan lingkungan diminta memberikan analisis mendalam untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Suasana Pandan–Sibolga pasca bencana adalah gambaran ketahanan masyarakat pesisir dan pegunungan yang diuji oleh alam. Meski luka masih menganga dan ketidakpastian masih membayangi, semangat warga untuk kembali bangkit terasa di setiap langkah kecil yang mereka lakukan. Dari membersihkan rumah, memperbaiki jalan, hingga saling membantu di titik pengungsian, semua ini menunjukkan bahwa masyarakat Pandan dan Sibolga tidak menyerah.
Di tengah puing-puing kehancuran, harapan mulai tumbuh perlahan. Dan dari kota pesisir yang sedang bangkit ini, satu pesan kuat terdengar:
Masyarakat Pandan–Sibolga mungkin terpukul, tetapi mereka tidak tumbang
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G






