DEAL FOKUS | Saat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan kawasan lain di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tidak hanya menyoroti aspek tanggap darurat, tetapi juga mengajak masyarakat menarik hikmah dari setiap cobaan yang datang. Menurutnya, musibah besar selalu menyimpan pelajaran penting bagi bangsa dalam memperkuat kebersamaan, memperbaiki tata kelola lingkungan, dan meningkatkan kesiapsiagaan nasional.
Pada kunjungan kerjanya ke daerah-daerah terdampak, Presiden melihat langsung bagaimana masyarakat, aparat, dan relawan bekerja bahu-membahu menyelamatkan warga. Dari sana ia menegaskan satu hal: bencana menyadarkan bangsa Indonesia bahwa solidaritas adalah kekuatan terbesar. “Di saat-saat sulit seperti ini, kita melihat wajah asli rakyat Indonesia—yang saling menolong tanpa melihat asal, suku, maupun latar belakang,” ujarnya dalam satu sesi dialog dengan warga di posko pengungsian.
Presiden Prabowo memandang bahwa bencana juga menjadi titik refleksi penting tentang hubungan manusia dengan alam. Ia menekankan perlunya perbaikan tata ruang, reboisasi, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Menurutnya, alam selalu memberi tanda; ketika keseimbangannya terganggu, dampaknya kembali kepada manusia. Karena itu, ia mendorong program nasional untuk memperkuat konservasi, membangun infrastruktur tahan bencana, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mitigasi.
Hikmah lainnya, kata Presiden, adalah perlunya memperkuat kapasitas negara dalam menghadapi situasi darurat. Banjir besar dan longsor yang memutus akses, merusak fasilitas publik, dan menyingkirkan ribuan warga dari rumahnya menjadi pengingat bahwa Indonesia harus memiliki sistem respons cepat yang lebih tangguh. Pemerintah, lanjutnya, akan memperluas pelatihan mitigasi, meningkatkan peralatan SAR, serta mempercepat pembangunan fasilitas mitigasi di wilayah rawan.
Namun, pesan terpenting yang ingin disampaikan Presiden adalah nilai kemanusiaan. Di posko-posko pengungsian, ia menyaksikan bagaimana ibu-ibu saling berbagi makanan, anak-anak saling menjaga, dan para relawan bekerja tanpa mengenal lelah. “Musibah memang berat, tetapi ia menunjukkan betapa kuatnya hati rakyat kita. Dari sini kita belajar bahwa Indonesia tidak pernah benar-benar sendiri,” jelas Prabowo.
Meski demikian, Presiden juga menegaskan bahwa perhatian terhadap para korban tidak boleh berhenti hanya pada fase darurat. Pemulihan fisik, kesehatan mental, hingga rekonstruksi rumah dan fasilitas publik adalah bagian dari kewajiban negara. Ia menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa pemulihan jangka panjang berjalan cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat kecil.
Pada akhirnya, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia melihat musibah ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat persatuan. “Bencana mengajarkan kita bahwa hidup adalah amanah. Kita harus menjaga alam, menjaga satu sama lain, dan menjaga Indonesia,” tutupnya. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G









