DEAL RILEKS | Ketika senja meredup, wajah Hanoi berubah total. Gang-gang kuno di kawasan Old Quarter disulap jadi lautan cahaya neon, kursi-kursi plastik berjajar rapat, dan denting gelas terdengar bersahutan. Di tengah keramaian itu, Tạ Hiện—dikenal dengan julukan “Beer Street” atau “Bia Hơi Corner”—menjadi pusat perhatian wisatawan. Mereka datang mencari suasana malam yang sederhana namun meriah: bir segar nan murah, kudapan jalanan, serta atmosfer yang lepas dan spontan.
Ruang sempit jalanan tersebut seakan menjadi panggung mini: meja-meja rendah padat terisi, orang-orang berjejal, musik dari bar kecil berpadu dengan hiruk-pikuk percakapan, sementara pedagang sibuk melayani pesanan. Bia hơi—bir lokal segar—disajikan dalam cangkir kecil dengan harga terjangkau. Duduk di kursi plastik sambil meneguk bir di pinggir jalan inilah yang membentuk karakter khas malam Hanoi. Tak heran jika berbagai panduan wisata menempatkan Tạ Hiện sebagai destinasi wajib.
Namun, popularitas kerap menimbulkan sisi lain. Gelombang turis yang datang tanpa henti membuat suasana kadang bergeser dari meriah menjadi ricuh. Ulasan pengunjung di forum dan situs perjalanan menyebut adanya wisatawan yang mabuk berlebihan, perilaku tak menyenangkan, bahkan masalah kesehatan akibat minuman yang tidak jelas. Warga setempat mengeluhkan kebisingan, sampah berserakan, hingga perkelahian kecil yang muncul pada malam tertentu—sebuah konsekuensi ketika ruang lokal berubah jadi pusat hiburan global.
Bagi masyarakat Hanoi, kondisi ini menghadirkan dilema. Di satu sisi, Tạ Hiện mendorong perekonomian malam—menghidupi pedagang kecil, bar, dan pemandu lokal. Namun di sisi lain, ketertiban warga sekitar turut tertekan. Pihak pariwisata mendorong promosi wisata yang lebih beretika, sementara pemerintah kota sesekali menegakkan aturan demi menahan dampak overtourism, sebagaimana terlihat pada langkah pembatasan di lokasi populer lain seperti “Train Street.”
Bagi turis yang ingin merasakan denyut malam Hanoi tanpa terseret sisi gelapnya, sejumlah saran sederhana bisa diikuti: minum dengan bijak, manfaatkan transportasi daring atau taksi untuk pulang, awasi barang pribadi, dan pilih hari biasa untuk menghindari keramaian berlebih. Pengalaman terbaik hadir ketika wisatawan mampu menyelami ritme lokal—menikmati segelas bia hơi, mencicipi camilan goreng, atau sekadar berbincang ringan dengan penduduk—alih-alih sekadar mabuk di trotoar.
Akhirnya, Tạ Hiện menggambarkan wajah ganda Hanoi masa kini: hangat, penuh energi, namun rentan terhadap komersialisasi dan ulah turis yang tak terkendali. Tantangan bagi pengelola kota jelas: menjaga warisan budaya minum di jalanan tetap otentik dan aman, sekaligus mengendalikan arus wisata yang terus melonjak. Bagi pelancong, pilihan tetap terbuka: ikut merayakan kehidupan malam khas Hanoi secara bertanggung jawab, atau mencari suasana lain yang lebih tenang di sudut-sudut kota. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G








