Contents
Sekolah Rakyat: Inisiatif Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi nasional pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan pra-sejahtera. Program ini dimulai di 53 titik prioritas dan akan diperluas hingga 200 lokasi berdasarkan data dari BPS dan Kementerian Sosial.
Pemerintah pusat bekerja sama dengan berbagai kementerian—termasuk Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, dan Bappenas—serta pemerintah daerah. Model pelaksanaan mengadopsi kurikulum fleksibel dengan sistem multi-entry/multi-exit dan melibatkan tenaga pengajar dari ASN dan PPPK.
Sumatera Barat Bersiap Jadi Lokasi Implementasi
Sumbar termasuk dalam daerah sasaran awal program. Pada tahun ajaran 2025–2026, dua Sekolah Rakyat akan dibuka di Kota Padang dan Kabupaten Solok. Evaluasi lokasi tambahan juga berlangsung, termasuk kemungkinan pembukaan sekolah di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP).
Antusiasme pemda sangat tinggi. Gubernur, bupati, wali kota, serta anggota legislatif menyambut positif inisiatif ini sebagai wujud nyata pemerataan pendidikan, bukan sekadar janji politik.
Contoh Kunjungan Gibran di Daerah Lain
- Solo, 18 Juli 2025 – Wapres meninjau Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso. Ia menyapa siswa, mengecek fasilitas, bahkan mendampingi mereka melakukan video call dengan keluarga dan membagikan donat.
- Pekanbaru, 28 Juli 2025 – Gibran menyambangi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 3. Ia berdialog dengan siswa dan guru, serta menekankan pentingnya masukan orang tua sebagai bahan evaluasi program.
Proyeksi Kunjungan ke Sumatera Barat
Berdasarkan pola kunjungan sebelumnya, kemungkinan agenda Wapres Gibran di Sumbar akan mencakup:
- Peninjauan ruang kelas, asrama, dan fasilitas sekolah
- Interaksi dengan siswa dan tenaga pengajar
- Dialog dengan orang tua murid dan perangkat sekolah
- Pemantauan fasilitas komunikasi bagi siswa dan keluarga
Narasi skematis memperkirakan Wapres tiba di Padang dan disambut pejabat daerah. Ia memantau langsung kegiatan belajar, waktu istirahat, serta berdiskusi dengan wali siswa sebelum kembali menyapa siswa di asrama pada malam hari.
Penutup
Meski kunjungan resmi belum terjadi, persiapan peluncuran Sekolah Rakyat di Padang dan Solok terus berjalan. Berdasarkan kunjungan di Solo dan Pekanbaru, pendekatan Gibran menitikberatkan pada aspek teknis, emosional, serta partisipasi masyarakat.
Pemerintah pusat menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada pendekatan berbasis data, evaluasi lapangan berkelanjutan, serta sinergi antara pusat dan daerah. (ath)






