Contents
Kelas Virtual, Aspirasi Nyata
Pelatihan bertajuk “Merdeka Hukum untuk Semua” ini dilaksanakan oleh jaringan LBH, komunitas hukum rakyat, serta lembaga pemberdayaan masyarakat. Kelas berlangsung via Zoom, Google Meet, serta disiarkan ulang di YouTube.
Materi pelatihan:
- Dasar-dasar hukum pidana dan perdata
- Hukum agraria, tenaga kerja, dan kekerasan berbasis gender
- Praktik advokasi masyarakat
- Etika dan tanggung jawab paralegal
Peserta berasal dari berbagai kalangan—petani, guru honorer, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga—termasuk dari daerah terpencil seperti Mentawai, Nias, dan perbatasan Papua.
Suara Rakyat: “Kami Ingin Merdeka dari Ketakutan”
Novianti dari Sumba Timur berkata, “Kami sering ditakut-takuti dengan istilah hukum yang tak kami pahami. Hari ini, saya ingin merdeka dari ketakutan itu.”
Aris dari Banten menambahkan, “Saya ingin jadi jembatan hukum bagi warga desa. Mungkin bukan pengacara, tapi paralegal.”
Pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga ruang empati dan solidaritas hukum warga.
Kolaborasi yang Menguatkan Akar Demokrasi
Program ini didukung oleh:
- LBH se-Indonesia
- Komnas HAM dan Komnas Perempuan
- Kemenkumham
- Kampus hukum dan klinik hukum
Direktur LBH Medan menyatakan, “Paralegal bukan pengganti pengacara, tapi ujung tombak hukum rakyat. Mereka tahu bahasa warga, tahu masalah setempat, dan itu yang negara butuhkan.”
Ikrar Paralegal Merdeka: Bukan Pengacara, Tapi Pembela Rakyat
“Kami bukan pengacara, bukan jaksa, bukan hakim. Tapi kami akan berdiri di antara rakyat dan ketidakadilan. Kami tidak takut melawan penindasan dengan pengetahuan dan solidaritas.”
Dengan ikrar itu, peserta menutup pelatihan sebagai simbol kesiapan membela hak warga, bukan dengan amarah, tapi dengan hukum.
Tantangan dan Harapan
- Koneksi internet yang masih lemah di banyak wilayah
- Minimnya pengakuan resmi terhadap paralegal oleh pemda
- Terbatasnya dukungan anggaran dan fasilitas
Meski begitu, dorongan masyarakat sipil dan kampus hukum menjadi penggerak utama. Targetnya: tahun 2026, minimal satu paralegal aktif di setiap desa di Indonesia.
Penutup: Merdeka Itu Bisa Membela Tanpa Harus Dibayar
Di era digital, kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga dari kebodohan hukum dan ketakutan terhadap ketidakadilan. Dan dari balik layar komputer, perjuangan itu telah dimulai.
“Dengan hukum kita tegak, dengan rakyat kita kuat. Dirgahayu Republik Indonesia!”








