Contents
“Pizza Intelligence” Muncul Kembali di Tengah Ketegangan Geopolitik
Dalam peristiwa yang kembali menarik perhatian dunia, sebuah akun anonim X (dulu Twitter) bernama Pentagon Pizza Report mencatat lonjakan pesanan pizza mendadak dari restoran di area sekitar Pentagon, markas besar Departemen Pertahanan AS, pada malam tanggal 12 Juni 2025. Sekitar pukul 19.00 waktu Washington (sekitar 05.00 WIB), empat gerai—We, The Pizza, District Pizza Palace, Domino’s, dan Extreme Pizza—melaporkan lalu lintas pelanggan meledak secara tiba-tiba.
Fenomena ini dipercaya sebagai sinyal awal bahwa aktivitas militer atau intelijen sedang berlangsung—sebagaimana dijelaskan oleh akun tersebut dalam bentuk pemantauan “Pizza Intelligence Index”. Konsep ini melakar sejarah sejak era Perang Dingin, darimana agen intelijen Soviet memperhatikan lonjakan pesanan sebagai tanda mobilisasi militer AS .
“Pizza Index” Bukan Isapan Jempol: Sejarah dan Skeptisisme
Teori “Pizza Index” bukan fenomena baru. Contoh awalnya terjadi pada:
- 1 Agustus 1990, Domino’s mencatat 21 pizzas dipesan ke CIA hanya sehari sebelum Irak menginvasi Kuwait.
- 1991, saat Desert Storm dimulai, terjadi peningkatan tajam pesanan pizza ke Pentagon dan Gedung Putih.
Pengamat seperti Zenobia Homan dari King’s College London menyampaikan skeptisisme, menyoroti potensi confirmation bias: “I’m not saying [the theory is] wrong, but I want to see way more data…”. Pentagon sendiri menolak anggapan tersebut, menegaskan bahwa fasilitas makan seperti sushi, sandwich, dan pizza sudah tersedia di dalam kompleks, sehingga pesanan dari luar tidak mencerminkan aktivitas militer .
Kaitan dengan Serangan Israel ke Iran — Ada dan Tak Ada Keterlibatan AS
Serangan udara Israel ke Iran, dioperasikan dalam “Operation Rising Lion”, dilancarkan pada malam itu juga. Sekitar 90 menit sebelum jet Israel melancarkan serangan, lonjakan pesanan pizza tercatat. Spekulasi pun berkembang: apakah AS—atau pihak militer Pentagon—terlibat atau setidaknya mengetahui rencana tersebut?
Presiden AS Donald Trump membantah keras adanya keterlibatan, “U.S. had nothing to do with the attack on Iran”.
Menteri Luar Negeri / Penasihat Keamanan Nasional Marco Rubio juga menegaskan, “We are not involved in strikes against Iran… prioritas utama adalah melindungi pasukan AS di kawasan”.
Sementara itu, laporan dari The Guardian mencatat bahwa hampir satu jam sebelum ledakan pertama terdengar di Teheran, lonjakan pesanan pizza itu sudah terjadi. Namun tanpa bukti langsung, korelasi ini belum bisa menjadi bukti hubungan sebab-akibat antara lonjakan pizza dan keputusan militer Israel.
Analisis & Konteks Intelijen Modern
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap open-source intelligence (OSINT)—menggunakan data tidak langsung seperti pesanan makanan atau keramaian di bar militer sebagai sinyal. Alat seperti Google Maps Popular Times memudahkan publik melihat aktivitas real-time, menjadikan indikator seperti “Pizza Index” viral di media sosial.
Meski demikian, intelijen militer sesungguhnya masih sangat bergantung pada:
- Pergerakan pasukan
- Citra satelit
- Komunikasi rahasia
- Briefing intel internal
Karena itu, teori ini lebih tepat dipandang sebagai fenomena sosial dan psikologis, bukan alat intelijen kredibel. (wam)








