Presiden Prabowo Canangkan Gerakan Indonesia Menanam

DEAL FOKUS | Sebuah langkah monumental yang menandai babak baru dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan, Presiden Prabowo Subianto resmi mencanangkan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di kawasan hektar rawa-rawa provinsi Sumatera Selatan. Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol komitmen pemerintahan Prabowo terhadap isu perubahan iklim, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan lingkungan hidup Indonesia.

Didampingi oleh sejumlah menteri kabinet, tokoh masyarakat, pemuda, dan ribuan relawan, Presiden Prabowo secara simbolis menanam pohon trembesi, sebuah jenis pohon lokal yang dikenal mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia Menanam adalah bentuk nyata gotong royong nasional untuk merawat bumi dan masa depan bangsa.

Read More

“Kita tidak bisa lagi menunda. Kerusakan lingkungan sudah di depan mata, dan kita harus bergerak bersama, dari kota hingga desa. Menanam adalah bentuk cinta kita pada tanah air,” ujar Presiden Prabowo.

Gerakan ini menargetkan penanaman minimal 100 juta pohon dalam kurun waktu lima tahun ke depan, dengan fokus pada kawasan kritis, lahan gundul, dan daerah aliran sungai. Pemerintah akan menggandeng berbagai pihak—mulai dari TNI, Polri, sekolah, kampus, perusahaan swasta, hingga komunitas lokal—untuk menjadikan gerakan ini sebagai gerakan rakyat.

Menurut Menteri Pertanian, gerakan ini juga akan disinergikan dengan program rehabilitasi hutan, konservasi air, dan pertanian berbasis agroforestry. Teknologi dan data satelit akan digunakan untuk memantau perkembangan area yang telah ditanami.

Lebih jauh, inisiatif ini berpotensi memberi dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja hijau di sektor kehutanan, pembibitan tanaman, dan ekowisata. Para ahli menyambut baik langkah ini, namun mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari kelangsungan hidup dan perawatan pohon dalam jangka panjang.

Sejumlah aktivis lingkungan mengapresiasi komitmen Presiden, namun mendorong adanya transparansi dan partisipasi publik yang kuat dalam setiap tahap pelaksanaan. Mereka berharap gerakan ini tidak hanya menjadi simbolis, tetapi benar-benar terintegrasi dengan kebijakan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam nasional.

 

Arah Baru Kepemimpinan Hijau

Gerakan Indonesia Menanam menjadi tonggak penting dalam visi Prabowo sebagai presiden yang menyeimbangkan pembangunan dan kelestarian. Narasi ini tampaknya menjadi bagian dari pendekatan baru pemerintah yang melihat lingkungan bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai fondasi strategis ketahanan nasional.

Dengan latar belakang isu global tentang krisis iklim dan deforestasi, langkah Prabowo ini dinilai banyak pihak sebagai manuver cerdas—baik secara ekologis maupun politis. Apakah gerakan ini akan menjadi warisan besar pemerintahan Prabowo, atau sekadar kampanye hijau sesaat, waktu dan komitmen yang akan menjawab. (ath)

Related posts